Gus Amik Sayangkan Tudingan Politikus PDIP Djarot Saiful Hidayat

loading...
Gus Amik Sayangkan Tudingan Politikus PDIP Djarot Saiful Hidayat
Miratul Mukminin atau Gus Amik. Foto/SINDONews/Ali Masduki
SURABAYA - Miratul Mukminin atau yang akrab disapa Gus Amik menyayangkan perkataan dan tudingan politikus senior PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat, yang menyebutkanbahwa calon Walikota Surabaya, Machfud Arifinmenggunakan strategi memecah belah di Pilkada Kota Surabaya 2020.

“Pemimpin seharusnya berbicara masa depan, bukan masa lalu,” kata Gus Amik.

Kata dia, pernyataan Djarot Saiful Hidayatyang menuding Machfud-Mujiaman menggunakan politik "Devide Et Impera" untuk memecah belah persatuan, seakan membawa masyarakat pada era penjajahan kolonial. "Sungguh jauh panggang dari api, sangat ironis dan memprihatinkan. Sosok yang sangat berpengalaman dalam pemerintahan dan egaliter, ibarat harus memakai jaket saat terik matahari, dan menggunakan payung saat tidak turun hujan,” katanya.

Mantan Bupati Magetan ini menegaskan, saat ini rakyat Indonesia sudah cerdas. Itupun karena buah kemerdekaan yang dihasilkan founding father proklamator kita "Bung Karno", dan para penerus yang mengisi kemerdekaan. "Rakyat sudah semakin paham bagaimana memilih pemimpin yang bisa menyelesaikan masalah dan bukan memberikan masalah," tegasnya. (Baca Juga: Debat Pilwali Surabaya: ERJI Bangun Akademi, MAJU Berkantor di Kelurahan)



Gus Amik kembali menegaskan, dengan adanya deklarasi kampanye damai dan penandatanganan pakta integritas, menunjukkan sejak awal pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya taat azas dan menjunjung tinggi integritas, berkomitmen dan sportif, menghargai KPU dan Bawaslu untuk melaksanakan pesta demokrasi dengan nyaman dan damai.

"Pilwali Surabaya ini ajang kontestasi demokrasi yang sehat dalam persaudaraan, bukan perselisihan untuk menebar permusuhan," tuturnya. (Baca Juga: Tampil Sendiri, Edy Pratowo Ungguli Ben-Ujang Dalam Debat Kedua)

Dari proses demokrasi sehat itulah, lanjutnya, bisa mewujudkan Surabaya lebih maju. Sedangkan untuk mewujudkan kemajuan dibutuhkan pemimpin yang bisa mengayomi dan melindungi rakyat yang berada dalam kekuasaannya.



"Surabaya membutuhkan pemimpin, bukan penguasa," ungkapnya. Hadirnya pasangan Machfud Arifin - Mujiaman (MAJU), menurut Gus Amik cukup memberikan warna dalam pilkada Surabaya. Karena sebagai pemimpin, dia akan membuat kebijakan strategis, bukan sebagai kepala dinas yang menjadi pejabat teknis.
(nic)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top