Debat Pilwali Surabaya: ERJI Bangun Akademi, MAJU Berkantor di Kelurahan
Rabu, 18 November 2020 - 21:24 WIB
loading...
Debat Pilwali Surabaya, yang disiarkan secara langsung oleh iNews TV. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Persoalan penganguran masih menjadi pekerjaan rumah di Kota Surabaya . Dalam debat publik sesi kedua, dua pasangan calon (Paslon) memilih cara berbeda untuk mensejahterakan masyarakat Surabaya.(Baca juga: 2 Kali Rangkaian Kereta Penumpang KA Gajayana Meluncur Sendiri, Ada Aroma Mistis? )
Paslon Eri Cahyadi-Armuji (ERJI) memilih untuk mendirikan akademi Surabaya yang nantinya menampung pembelajaran soft skill dan menambah serapan kerja. Sementara Paslon Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU) memilih untuk mendekatkan diri ke masyarakat dengan cara berkantor di 105 kelurahan secara bergiliran.
"Ada perencanaan di akademi, mereka akan menambah serapan tenaga kerja," kata Eri Cahyadi dalam debat publik yang digelar di Dyandra Convention Center Surabaya , Rabu (18/11/2020) malam.
Langkah ini, katanya, juga didukung dengan kemudahan investasi. Sehingga ada berbagai kesempatan bagi warga Surabaya untuk bekerja. Setidaknya harus ada aturan 40 persen warga Surabaya yang memiliki KTP Surabaya bisa dikerjakan di sana. (Baca juga: Reuni 212 Ditunda dengan Alasan Ada Pilkada, MUI Jabar: Jangan Cari-cari Alasan )
Selain fokus dalam serapan tenaga kerja, ERJI juga menegaskan diri dalam komitmen mereka pada para lanjut usia (lansia). keberadaan lansia menjadi bagian dari Kota Surabaya yang perlu diberikan perhatian lebih. "Kami tak hanya membantu permakanan, tapi juga akan mendatangkan dokter ke rumah-rumah lansia," jelasnya.
Paslon Eri Cahyadi-Armuji (ERJI) memilih untuk mendirikan akademi Surabaya yang nantinya menampung pembelajaran soft skill dan menambah serapan kerja. Sementara Paslon Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU) memilih untuk mendekatkan diri ke masyarakat dengan cara berkantor di 105 kelurahan secara bergiliran.
"Ada perencanaan di akademi, mereka akan menambah serapan tenaga kerja," kata Eri Cahyadi dalam debat publik yang digelar di Dyandra Convention Center Surabaya , Rabu (18/11/2020) malam.
Langkah ini, katanya, juga didukung dengan kemudahan investasi. Sehingga ada berbagai kesempatan bagi warga Surabaya untuk bekerja. Setidaknya harus ada aturan 40 persen warga Surabaya yang memiliki KTP Surabaya bisa dikerjakan di sana. (Baca juga: Reuni 212 Ditunda dengan Alasan Ada Pilkada, MUI Jabar: Jangan Cari-cari Alasan )
Selain fokus dalam serapan tenaga kerja, ERJI juga menegaskan diri dalam komitmen mereka pada para lanjut usia (lansia). keberadaan lansia menjadi bagian dari Kota Surabaya yang perlu diberikan perhatian lebih. "Kami tak hanya membantu permakanan, tapi juga akan mendatangkan dokter ke rumah-rumah lansia," jelasnya.
Lihat Juga :