Debat Kedua Pilwali Surabaya, Pengamat: Skornya 5-1 untuk Eri-Armudji
Rabu, 18 November 2020 - 23:28 WIB
loading...
Debat kedua Pilwali Surabaya, dinilai oleh pengamat dimenangkan pasangan Eri-Armudji. Foto/Dok.SINDOnews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Pengamat komunikasi politik asal Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, Catur Suratnoaji menilai, pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Eri Cahyadi -Armudji, unggul telak saat debat publik kedua Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota (Cawali-Cawawali) Surabaya, Rabu (18/11/2020) malam. (Baca juga: Reuni 212 Ditunda dengan Alasan Ada Pilkada, MUI Jabar: Jangan Cari-cari Alasan )
"Debat kedua malam ini, paslon Eri Cahyadi -Armudji unggul telak. Skor 5-1. Sejak segmen pertama hingga terakhir, Eri Cahyadi -Armudji semua unggul. Eri Cahyadi -Armudji hanya kurang prima di masalah pelayanan kesehatan soal stunting. Eri Cahyadi -Armudji mengakui jika di Surabaya memang ada stunting. Tapi masalah itu bisa dipatahkan Eri Cahyadi , dengan menyebut jumlahnya tidak sebesar yang disebutkan Paslon nomor 2 ," ujar Catur.
Skor telak 5-1 diberikan, lanjut Catur, bukanlah suatu yang berlebihan karena penguasaaan materi Eri Cahyadi -Armudji sangat unggul. Selain itu, mereka juga menguasai data, mampu mengungkapkan gagasan lebih baik, gagasan yang lebih realistis dan bisa dilaksanakan, bukan sekadar janji-janji. " Paslon nomor 2 saat debat tadi memberikan gagasan terlalu muluk-muluk dan meragukan untuk bisa direalisasikan," tuturnya.
Saat sesi tanya jawab, kata Catur, banyak pertanyaan-pertanyaan dari Paslon nomor 2 yang bisa dipatahkan Eri Cahyadi -Armudji dengan data-data yang dimiliki. Sedangkan Paslon nomor 2 saat diberikan pertanyaan, mereka menjawab tidak sesuai konteks, mengambang dan tidak disertai data. Contohnya adalah saat membahas masalah gelandangan dan lansia yang dinilai paslon 2 masih ada, seperti di kawasan terminal.(Baca juga: 2 Kali Rangkaian Kereta Penumpang KA Gajayana Meluncur Sendiri, Ada Aroma Mistis? )
"Debat kedua malam ini, paslon Eri Cahyadi -Armudji unggul telak. Skor 5-1. Sejak segmen pertama hingga terakhir, Eri Cahyadi -Armudji semua unggul. Eri Cahyadi -Armudji hanya kurang prima di masalah pelayanan kesehatan soal stunting. Eri Cahyadi -Armudji mengakui jika di Surabaya memang ada stunting. Tapi masalah itu bisa dipatahkan Eri Cahyadi , dengan menyebut jumlahnya tidak sebesar yang disebutkan Paslon nomor 2 ," ujar Catur.
Skor telak 5-1 diberikan, lanjut Catur, bukanlah suatu yang berlebihan karena penguasaaan materi Eri Cahyadi -Armudji sangat unggul. Selain itu, mereka juga menguasai data, mampu mengungkapkan gagasan lebih baik, gagasan yang lebih realistis dan bisa dilaksanakan, bukan sekadar janji-janji. " Paslon nomor 2 saat debat tadi memberikan gagasan terlalu muluk-muluk dan meragukan untuk bisa direalisasikan," tuturnya.
Saat sesi tanya jawab, kata Catur, banyak pertanyaan-pertanyaan dari Paslon nomor 2 yang bisa dipatahkan Eri Cahyadi -Armudji dengan data-data yang dimiliki. Sedangkan Paslon nomor 2 saat diberikan pertanyaan, mereka menjawab tidak sesuai konteks, mengambang dan tidak disertai data. Contohnya adalah saat membahas masalah gelandangan dan lansia yang dinilai paslon 2 masih ada, seperti di kawasan terminal.(Baca juga: 2 Kali Rangkaian Kereta Penumpang KA Gajayana Meluncur Sendiri, Ada Aroma Mistis? )
Lihat Juga :