Dorong Anak Muda Surabaya Melek Politik, Ini yang Dilakukan Politisi Millenial

loading...
Dorong Anak Muda Surabaya Melek Politik, Ini yang Dilakukan Politisi Millenial
Politisi millenial Mahfudz dan Julia Eva Wati dalam sesi diskusi di kampung Maspati, Senin (16/11/2020) malam. Foto/SINDOnews/Ali Masduki
SURABAYA - Politisi millenial yang saat ini duduk di kursi DPRD Kota Surabaya, Mahfudz, mendorong anak-anak muda Surabaya melek politik. Keterlibatan generasi muda dalam kancah perpolitikan Indonesia, termasuk keaktifan dalam setiap helatan Pilkada seperti saat ini menentukan masa depan Kota Surabaya. (Baca juga: Kehadiran Kahiyang Ayu Jadi Energi Besar Bobby Nasutian untuk Menangi Pilkada Medan)

"Karena masa depan negara dan kota ini ada ditangan millenial," katanya dalam diskusi dengan anak millenial di kampung Maspati. Menurutnya, generasi millenial harus pandai-pandai mencermati visi misi dan seluruh program yang ditawarkan oleh setiap calon wali kota dan wakil wali kota. Karena satu suara yang diberikan bisa menentukan nasib generasi millenial.

Politisi PKB ini menyebut, saat ini pasangan calon nomor urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU) sangat tahu terhadap kebutuhan anak millenial. MAJU sudah menyiapkan panggung untuk menampung kreatifitas dan ekonomi kreatif bagi millenial. "Pak Machfud-Mujiaman sangat tahu kebutuhan anak muda. Maju akan menyiapkan segala program untuk pengembangan anak millenial," ujarnya.

Sementara itu, Julia Eva Wati dari Partai Amanat Nasional (PAN) menambahkan, selain menyiapkan fasilitas, Maju juga akan membuka lapangan kerja baru sebanyak 100 ribu untuk warga Surabaya. MAJU bakal membuka tempat-tempat untuk berkreasi berupa kreatif distrik untuk anak muda Surabaya. "Jadi anak millenial nggak usah ragu untuk nyoblos nomor 2," ajaknya. (Baca juga: Miris, Dihantam Pandemi COVID-19 Guru Honorer Harus Bertahan Hidup dengan Gaji Rp1 Juta)





Dalam kesempatan yang sama, Calon Wakil Wali Kota Surabaya nomor urut 2, Mujiaman, mengakui bahwa potensi millenial Surabaya, sangat luar biasa. Sayangnya belum bisa berkembang maksimal karena keterbatasan ruang ekspolarasi dan support program pemerintah yang memadai. Akibatnya, potensi anak-anak muda belum tertangani dengan baik.

Mujiaman memandang, perlu membangun distrik kreatif-inovatif. Tujuannya adalah memberikan ruang yang luas kepada anak millenial mengembangkan potensinya dengan maksimal. "Belajar dan bermain keniscayaan bagi millenial, belajar saat bermain dan bermain saat belajar. Ini butuh ruang, setelah ruang ada, pemerintah harus bikin program," tuturnya.



Mantan Dirut PDAM Surya Sembada Kota Surabaya ini mengatakan, Machfud Arifin-Mujiaman (Maju) akan membangun distrik kreatif sebagai upaya mengakomodasi kebutuhan anak millenial. Ruang yang ada selama ini terbatas dan cenderung formal. "Millenial butuh ruang, sementra ruang yang ada terlalu formal, seperti Balai Pemuda dikunci rapat, dan kalau makai tempat itu bayarnya mahal," ungkapnya. (Baca juga: Selasa Pagi Ada Guguran dari Puncak Merapi, Suaranya Bergemuruh)

Selain membangun distrik kreatif, program yang disediakan adalah internasionalisasi anak-anak millenial. Millenial Surabaya akan diajak untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan millenial dari luar negeri. Tujuannya millenial Surabaya memiliki referensi performa millenial luar negeri. "Kita datangkan millenial luar negeri, supaya yang di Surabaya tahu performanya seperti apa," tegasnya.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top