Soal Resesi Indonesia, Orang Kaya Diminta Banyak Belanja
Senin, 09 November 2020 - 09:16 WIB
loading...
ilustrasi
A
A
A
BANDUNG - Pemerintah diminta mendorong kalangan kelas menengah atas untuk meningkatkan konsumsi, ketimbang menyimpang uangnya di bank. Meningkatnya konsumsi, diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia cepat pulih dan keluar dari koneksi resesi.
Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (Unpad) Teguh Santoso mengatakan, salah satu penopang ekonomi Indonesia adalah konsumsi. Komponen konsumsi menopang hampir 70% pendapatan domestik bruto (PDB) nasional.
Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, konsumsi rumah tangga tercatat masih tumbuh negatif. Hanya konsumsi pemerintah yang tercatat mengalami kenaikan.(Baca juga: Ormas PP Sumedang Akui Kadernya Terlibat Pengeroyokan Anggota Batalyon Infanteri 301/Prabu Kian Santang )
"Jadi, pemerintah harus dorong kalangan menengah atas membelanjakan uangnya untuk menaikkan konsumsi, karena sekarang mereka senang menempatkan dananya di bank. DPK bank kan tercatat tumbuh 12% lebih, ini lebih besar dari kondisi normal. Ini indikasi masyarakat senang simpan uangnya," jelas dia.
Kelas menengah bawah sendiri, kata dia, telah didorong untuk meningkatkan konsumsi. Hal itu tampak pada banyaknya stimulus atau bantuan keuangan baik BST senilai Rp300.000, BSU senilai Rp600.000, bantuan UMKM, dan lainnya.
Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (Unpad) Teguh Santoso mengatakan, salah satu penopang ekonomi Indonesia adalah konsumsi. Komponen konsumsi menopang hampir 70% pendapatan domestik bruto (PDB) nasional.
Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, konsumsi rumah tangga tercatat masih tumbuh negatif. Hanya konsumsi pemerintah yang tercatat mengalami kenaikan.(Baca juga: Ormas PP Sumedang Akui Kadernya Terlibat Pengeroyokan Anggota Batalyon Infanteri 301/Prabu Kian Santang )
"Jadi, pemerintah harus dorong kalangan menengah atas membelanjakan uangnya untuk menaikkan konsumsi, karena sekarang mereka senang menempatkan dananya di bank. DPK bank kan tercatat tumbuh 12% lebih, ini lebih besar dari kondisi normal. Ini indikasi masyarakat senang simpan uangnya," jelas dia.
Kelas menengah bawah sendiri, kata dia, telah didorong untuk meningkatkan konsumsi. Hal itu tampak pada banyaknya stimulus atau bantuan keuangan baik BST senilai Rp300.000, BSU senilai Rp600.000, bantuan UMKM, dan lainnya.
Lihat Juga :