Kisah Tasripin, Konglomerat Semarang yang Ditakuti Serdadu Belanda Gara-gara Uang Koin Ratu Willem

Minggu, 15 Mei 2022 - 07:06 WIB
loading...
Kisah Tasripin, Konglomerat...
Tasripin dikenal sebagai konglomerat pengusaha kulit dengan harta yang tersebar di berbagai wilayah Semarang pada masa penjajahan kolonial Belanda. Foto/Ist
A A A
Tasripin dikenal sebagai konglomerat pengusaha kulit dengan harta yang tersebar di berbagai wilayah Semarang pada masa penjajahan kolonial Belanda. Saking kayanya, Tasripin juga terkenal sebagai legenda tuan tanah.

Tasripin lahir di daerah Semarang Timur empat tahun setelah Perang Jawa berakhir, atau pada 1834. Hidupnya sezaman dengan raja gula Semarang, Oei Tiang Ham.

Baca juga: KH Samanhudi, Pengusaha Batik yang Rela Korbankan Harta dan Jiwa untuk Perjuangan Kemerdekaan

Hingga kini, tanah peninggalan Tasripin masih banyak. Di antaranya di kawasan kulitan Jalan MT Haryono Kota Semarang, sepanjang Jalan Pemuda, serta kampung-kampung Jalan Mataram.

Di kawasan Kulitan, mayoritas rumahnya masih milik Tasripin. Masih ada rumah yang coraknya Melayu, campuran arsitektur kolonial.

Rumah bercorak campuran Melayu dan kolonial Belanda terlihat di Kampung Kulitan, Jagalan, Mataram Semarang.

Baca juga: Pocut Baren, Ulama Wanita dari Aceh yang Gigih Melawan Belanda Bersama Cut Nyak Dhien

Atapnya lancip serta beberapa anak tangga di bawahnya. Ciri khas bangunannya berupa tiga daun pintu di beranda rumah.

"Tasripin membeli sejumlah tanah dari orang-orang Belanda untuk mengembangkan bisnisnya. Ia mempunyai rumah di daerah Jeruk Kingkit, Kampung Kulitan, Pederesan, Wot Prau, Gendingan, dan lainnya. Sebagian tanahnya juga digunakan untuk tempat tinggal para pekerjanya yang berasal dari pinggiran Semarang," ungkap penggiat sejarah Semarang, Sri Buntoro beberapa waktu lalu.

Pada 1919, koran Algemeen Handelsblad memuat kekayaan Tasripin mencapai 45 juta Gulden. Sedangkan rata-rata per bulannya omzetnya diperkirakan antara 35.000 hingga 40.000 gulden.

Tasripin disebut dalam Koran De Locomotief 1902 mengantongi izin untuk menyembelih hewan ternak di tempat penjagalannya di Kampung Beduk.

Kulit hewan ternak yang disembelih kemudian dimanfaatkan untuk pembuatan wayang kulit. Saat itu, Tasripin mengembangkan bisnisnya di berbagai sektor. Selain di bidang kulit, bisnis Tasripin juga merambah kopra, kapas, hingga properti.

"Awalnya pengusaha penyamakan kulit kambing dan sapi. Lalu usaha kopra, kapas, properti rumah, di Jalan Kolonel Sugiyono, Pemuda dan Mataram," paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
KPK Sita Rumah Bupati...
KPK Sita Rumah Bupati Pekalongan Fadia Arafiq di Semarang
Kepala BGN Nanik Deyang...
Kepala BGN Nanik Deyang Pastikan Anak Orang Kaya Tak Akan Dapat MBG Lagi
Road To Kilau Raya Kota...
Road To Kilau Raya Kota Semarang : Siap Hadirkan Pesta Rakyat Spektakuler di Lapangan Pancasila Simpang Lima
Rekomendasi
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Berita Terkini
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Turnamen Padel di Grand...
Turnamen Padel di Grand Opening Orozon, 80 Tim Perebutkan Hadiah Lebih dari Rp60 Juta
Ditpolairud Polda Metro...
Ditpolairud Polda Metro Jaya Salurkan Kursi Roda bagi Warga Pesisir Cilincing
Dasco Terima Audiensi...
Dasco Terima Audiensi Massa Mahasiswa di Gedung DPR
Infografis
4 Alasan yang Membuat...
4 Alasan yang Membuat Rusia Ditakuti oleh Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved