Ditinggal Bilas, Bocah 13 Tahun di Tulungagung Tewas di Kolam Renang

loading...
Ditinggal Bilas, Bocah 13 Tahun di Tulungagung Tewas di Kolam Renang
Petugas kepolisian dari Polres Tulungagung melakukan olah TKP bocah tenggelam di kolam renang. Foto/Istimewa/Polres Tulungagung
TULUNGAGUNG - ASY (13), seorang siswa salah satu SMP negeri di Kota Tulungagung, Jawa Timur, ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di kolam renang. ASY diduga tewas tenggelam saat ditinggal orang tuanya membilas tubuh di kamar mandi.

"Saat orang tuanya selesai bilas, menemukan anaknya sudah tenggelam," kata Kapolsek Tulungagung Kompol Rudi Purwanto kepada wartawan Kamis (22/9/2020). (BACA JUGA:Tergiur Untung Besar, Pekerja Pabrik di Sidoarjo Edarkan Sabu)

Peristiwa itu terjadi di kolam renang di wilayah Kelurahan Kutoanyar, Kota Tulungagung. Ceritanya, korban dan ayahnya, Ahmad Rowi (63) warga Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, datang bersama ke kolam renang. (BACA JUGA:Saking Panasnya, Emak-emak di Probolinggo Goreng Telur di Bawah Matahari)

Korban dan ayahnya menceburkan diri ke air saat suasana kolam renang masih sepi pengunjung. Ahmad Rowi berenang di kolam sedalam 2 meter. Sedangkan ASY memilih bermain di kolam dangkal. (BACA JUGA:Polda Jatim Periksa Anggota Polisi Tembak Sipil di Hotel Situbondo)



Posisi kolam dalam dan kolam dangkal itu bersebelahan. "Korban kemungkinan belum bisa berenang. Karenannya berada di kolam dangkal," kata Rudi Purwanto.



Sekitar setengah jam, ayah dan anak tersebut menikmati segarnya air kolam. Karena merasa cukup, Ahmad Rowi kemudian keluar dari kolam renang.



Sebelum melangkah ke kamar mandi untuk membilas tubuh, dia melihat anaknya masih asyik bermain di kolam dangkal. "Saksi melihat anaknya masih berada di kolam dangkal," ujar dia.

Begitu selesai membilas tubuh, Ahmad Rowi kaget tidak melihat anaknya. Dia cari di kolam dangkal, tapi tidak ketemu. Rowi semakin syok begitu tahu anaknya berada di dasar kolam sedalam dua meter dengan posisi sudah tidak bergerak. "Dalam pemeriksaan jenazah korban tidak ditemukan tanda bekas kekerasan," tutur Rudi Purwanto.

Karena pihak keluarga menolak dilakukan autopsi, jenazah korban ASY langsung dimakamkan. Atas kejadian ini Rudi mengimbau kepada para orang tua untuk lebih mengawasi putra putrinya, terutama saat berada di kolam renang. "Ini bisa menjadi pelajaran bagi para orang tua," ungkap Rudi.
(awd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top