Tolak UU Cipta Kerja, Aliansi Cipayung Sumba Timur Demo ke DPRD

loading...
Tolak UU Cipta Kerja, Aliansi Cipayung Sumba Timur Demo ke DPRD
Puluhan mahasiswa yang merupakan perwakilan dari sejumlah organisasi Kemahasiswaan menggelar aksi demo menolak diberlakukannya Undang-undang Cipta Kerja. Foto SINDOnews
SUMBA - Halaman Gedung DPRD Kabupaten Sumba Timur, Rabu (14/10/2020) pagi hingga jelang siang lebih ramai dari biasa. Pasalnya puluhan mahasiswa yang merupakan perwakilan dari sejumlah organisasi Kemahasiswaan menggelar aksi demo menolak diberlakukannya Undang-undang Cipta Kerja atau Omnibus Law.

Para mahasiswa yang menggabungkan diri dalam Aliansi Cipayung Sumba Timur berasal dari GMNI, PMKRI dan GMKI cabang Waingapu itu selain berorasi juga membawa sejumlah poster.b

'Wakil Rakyat melangkah bersama Kapitalis, Mahasiswa melanglah bersama Rakyat' dan 'DPR-Dewan Perwakilan Rakyat bukan Dewan Perwakilan Rupiah', adalah beberapa tulisan yang dibawa dalam poster yang diusung mahasiswa. (Baca: Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa Ibnu Chaldun Bakar Ban di Jalan Pemuda)

"Kalian mengemis suara pada rakyat saat pileg lalu, sekarang suara dari rakyat itu menuntut pertanggungjawaban. Mana anggota DPRD yang lain, karena ada 30 anggota, mana yang hadir hanya segelintir orang saja anggota yang ada," tandas Oktavianus Datu Biru, orator dari GMKI cabang Waingapu.



Para mahasiswa lewat orator-oratornya menegaskan penolakan terhadap Undang-undang Cipta Kerja. Penolakan itu disampaikan langsung pada 30 anggota. " Kami sudah masuk ke dalam untuk menyampaikan aspirasi pada 30 anggota bukan hanya sejumlah ini. Kalau mereka yang lain tidak hadir, kami akan tunggu di sini atau akan kembali gelar aksi jilid dua," ungkap Elvensias Umbu Mau Awang, dari GMNI Waingapu. (Baca: Terus Dipukul Mundur, Pendemo Berhamburan ke Gondangdia Bikin Takut Warga)

Di tengah dialog antara mahasiswa dengan lima anggota DPRD, Ebenhaezer Ranggambwani, seorang anggota dewan dari Partai Demokrat datang dan bergabung dengan kelima rekan legislator lainnya masing-masing Umbu Yanto Diki Dongga dan Yonathan Hani dari Nasdem, Ayub Tay Paranda dari Golkar, Joshua K. Maudjawa dari Demokrat dan John David dari PDI Perjuangan.
(don)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top