Sultan Menyapa: Berkreasi dan Beribadah Dari Rumah
Selasa, 05 Mei 2020 - 18:30 WIB
loading...
Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X terus menyapa warga. FOTO : IST
A
A
A
YOGYAKARTA - Di masa pandemi Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X terus menyapa warga. Setiap hari Selasa, Ngarso Dalem (sapaan bagi Sultan HB X) kembali mengeluarkan sapaan khas sang panutan.Untuk Selasa keempat ini, Sultan menyapa warga melalui Berkreasi dan Beribadah dari Rumah .
Dalam sapaan kali ini, Ngarso Dalem memberikan apresiasi bagi warga masyarakat yang tetap berada di rumah untuk bersama keluarga, berkreasi atau bekerja serta beribadah.
Begitu juga dengan warga Yogyakarta di perantauan yang tidak pulang urnuk menengok saudara di kampung halaman.
"Jika ini dipatuhi, Insya Allah niscaya kita akan mampu memenangkan pertempuran ini. Meski berdiam diri dan tinggal di rumah bukan sesuatu yang menyenangkan, namun kita harus sadar, bahwa ini adalah pengorbanan diri untuk memutus mata rantai penularan virus ini dari muka bumi," ungkap Sultan, Selasa (6/5/2020).
Apabila direnungkan dengan mengambil sisi positifnya, tetap berada di rumah atau stay at home adalah sebuah kesempatan yang baik untuk membangun sebuah waktu yang berkualitas bersama keluarga.
Dengan stay at home, maka aktivitas anggota keluarga bisa dikerjakan bersama-sama dalam konteks saling asah, saling asih dan saling asuh.
"Seorang ayah atau ibu akan belajar dan merasakan bagaimana menjadi guru. Seorang anak akan lebih paham bagaimana ibunya mengelola rumah tangga. Demikian pula dengan ibadah, inilah saatnya bagi para Ayah, kepala keluarga untuk menjadi imam yang sesungguhnya. Kadang kita lupa, bahwa istri dan anak-anak adalah jama’ah yang paling dekat, potensial dan nyata," ulasnya.
Dalam sapaan kali ini, Ngarso Dalem memberikan apresiasi bagi warga masyarakat yang tetap berada di rumah untuk bersama keluarga, berkreasi atau bekerja serta beribadah.
Begitu juga dengan warga Yogyakarta di perantauan yang tidak pulang urnuk menengok saudara di kampung halaman.
"Jika ini dipatuhi, Insya Allah niscaya kita akan mampu memenangkan pertempuran ini. Meski berdiam diri dan tinggal di rumah bukan sesuatu yang menyenangkan, namun kita harus sadar, bahwa ini adalah pengorbanan diri untuk memutus mata rantai penularan virus ini dari muka bumi," ungkap Sultan, Selasa (6/5/2020).
Apabila direnungkan dengan mengambil sisi positifnya, tetap berada di rumah atau stay at home adalah sebuah kesempatan yang baik untuk membangun sebuah waktu yang berkualitas bersama keluarga.
Dengan stay at home, maka aktivitas anggota keluarga bisa dikerjakan bersama-sama dalam konteks saling asah, saling asih dan saling asuh.
"Seorang ayah atau ibu akan belajar dan merasakan bagaimana menjadi guru. Seorang anak akan lebih paham bagaimana ibunya mengelola rumah tangga. Demikian pula dengan ibadah, inilah saatnya bagi para Ayah, kepala keluarga untuk menjadi imam yang sesungguhnya. Kadang kita lupa, bahwa istri dan anak-anak adalah jama’ah yang paling dekat, potensial dan nyata," ulasnya.
Lihat Juga :