Satgas COVID-19 Teluk Bintuni Tekan Pandemi COVID-19

loading...
Satgas COVID-19 Teluk Bintuni Tekan Pandemi COVID-19
Kepala Puskesmas Bintuni yang juga Satgas COVID-19 Kabupaten Teluk Bintuni dr Bona Manik. Foto/Ist
TELUK BINTUNI - Pandemi COVID-19 belum usai, bahkan semakin tinggi penyebarannya hingga merata ke seluruh provinsi. Seperti lonjakan kasus COVID-19 di Teluk Bintuni cukup signifkan.

Kondisi ini membuat jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) dan Satgas COVID-19 dengan gesit melakukan upaya-upaya reaktif dan efektif untuk menekan rantai persebaran COVID-19. (Baca juga: Satgas Covid-19: Sepatutnya Wakil Rakyat Lindungi Rakyatnya)

"Prosedur Tetap (Protap) satu komando yang dilakukan Satgas COVID-19 Teluk Bintuni hingga tingkatan puskesmas dilaksanakan untuk tes dan tracing massal. Hal ini sebagai bagian dari langkah reaktif efektif Satgas Teluk Bintuni," kata Kepala Puskesmas Bintuni yang juga Satgas COVID-19 Kabupaten Teluk Bintuni dr Bona Manik, dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Kamis (24/9/2020). (Baca juga: LKPJ Bupati Teluk Bintuni Diterima Aklamasi Seluruh Fraksi DPRD)

Menurut dia, lonjakan kasus positif yang begitu signifikan, diakibatkan oleh dibukanya akses Teluk Bintuni yang kemudian menjadi traffic dari Orang Tanpa Gejala (OTG), yang menularkan kepada masyarakat.



Pemerintah dan jajaran satgas pun melakukan tracing yang menyeluruh. Bahkan 20% uji massal telah dilakukan oleh pemerintah dan satgas COVID-19 di Teluk Bintuni. Langkah ini sebagai upaya pelacakan serta pengobatan sesuai anjuran yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Prosentasenya sekitar 15%-20%, tes massal yang dilakukan satgas kabupaten, kami dari Puskesmas Bintuni per hari bisa 50-70 sampel yang kami setorkan ke LAB RSUD. Awalnya kami mengirim ke Balitbangkes di Makassar, tapi saat ini sudah ada pengadaan alat PCR, sangat membantu dalam upaya diagnosis kami. Dalam hal pemutusan penularan COVID-19,” kata dr Bona.

Selanjutnya tracing dan uji yang dilakukan oleh tiap puskesmas yang ada di Teluk Bintuni, jumlahnya bervariasi. Upaya ini dilakukan dengan melihat jumlah penduduk serta mobilisasi dan kepadatan dari puskesmas yang melayani.



Pemda Teluk Bintuni pada awal pandemi COVID-19 termasuk salah satu dari daerah yang tak gagap dalam menerbitkan kebijakan-kebijakan serta tindakan-tindakan taktis dalam memutus angka COVID-19.
halaman ke-1 dari 2
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top