Dewan Ingatkan Ganjar Jangan Jadikan COVID-19 Ajang Pencitraan

loading...
Dewan Ingatkan Ganjar Jangan Jadikan COVID-19 Ajang Pencitraan
Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto minta penanganan COVID-19 di Jateng untuk pencitraan. Foto/SINDOnews/Ahmad Antoni
SEMARANG - Kemarahan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat menertibkan pengunjung di kantin DPRD Jateng, dinilai berlebihan. GubernurJateng sebagai penanggung jawab penanganan COVID-19 di Jateng mestinya lebih santun dan merangkul masyarakat dalam memberikan pemahaman.

Sebuah video yang memperlihatkan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo masuk ke Kantin DPRD Jateng, dan marah-marah ke sejumlah ASN dan pengunjung sedang makan viral di twitter. (Baca juga: Ganjar Ngamuk di Kantin DPRD Jateng, Ini Reaksi Ketua Dewan)

Dalam video yang diunggah akun @gus_raharjo pada Senin (21/9/2020) tersebut, Ganjar terlihat meminta sejumlah pengunjung kantin menjaga jarak. Dia juga mewarning pengelola kantin untuk menertibkan pembeli. Bahkan, dia mengancam pengelola kantin tak boleh buka jika tak bisa mengatur pengunjung. Video tersebut mendapat tanggapan yang ramai dari netizen.

Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto menyebut bahwa gubernur sudah beberapa kali terlihat marah pada warga masyarakat. Bahkan di beberapa wilayah. Terakhir di kantin DPRDJateng tersebut.



"Hal itu menunjukkan sosialisasi yang dilakukan oleh Gubernur Jateng, dan OPD Pemprov Jateng, belum berhasil. Sosialisasi harusnya benar-benar masif karena dukungan anggaran juga besar. Tidak hanya untuk kepentingan pencitraan di medsos," tandas Yudi, Selasa (22/9/2020).

Ia Khawatir jika penanganan COVID-19 terlihat baik di media mainstream dan media sosial namun kenyataanya lonjakan kasus tetap tinggi. (Baca juga: Seminggu Mondok, Santri Ponpes Blitar Positif COVID-19)

"Kita tekankan di anggaran besar yang dikelola oleh Ketua Satgas namun hasilnya belum signifikan tapi malah jumlah kasus meningkat terus," ujar Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jateng ini.



Menurutnya, bukan kemarahan yang mesti ditonjolkan oleh kepala daerah. Namun program sosialisasi masif yang menyasar masyarakat luas. Sosialisasi masif itu mestinya dilakukan di semua daerah. Termasuk wilayah-wilayah yang jauh dari ibu kota Provinsi Jateng, seperti Brebes, Rembang, Cilacap.

Pihaknya mengingatkan bagi pengguna medsos agar lebih bijak dan tidak asal unggah video. Komentar maupun mention pada video mestinya sesuai konten dan tidak perlu dibumbui agar bombastis.

(Baca juga: Polrestabes Medan Tangkap Pelaku yang Menggorok Leher Janda)

Sebelumnya, Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto meminta gubernur bijak dalam mengingatkan pengunjung yang sedang berada dalam kantin. Diantaranya tidak perlu marah secara berlebihan, mengingat berdasarkan pengamatan di video tersebut, pengunjung sudah duduk dengan menjaga jarak.
(eyt)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top