Ra Tanca Satu-satunya Dharmaputra yang Selamat Setelah Mengkhianati Majapahit

Minggu, 16 Februari 2025 - 10:08 WIB
loading...
Ra Tanca Satu-satunya...
Sosok Ra Tanca menjadi satu-satunya anggota pasukan Dharmaputra yang selamat setelah pemberontakan besar mengguncang Kerajaan Majapahit di era Raja Jayanegara. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
SOSOK Ra Tanca menjadi satu-satunya anggota pasukan Dharmaputra yang selamat setelah pemberontakan besar mengguncang Kerajaan Majapahit. Ia berhasil menghindari maut saat Gajah Mada menumpas komplotan Ra Kuti yang sempat memaksa Raja Jayanegara keluar dari istana.

Setelah Raden Wijaya wafat dan Jayanegara naik takhta, Kerajaan Majapahit dilanda gelombang pemberontakan. Sejak usia 19 tahun, Jayanegara harus menghadapi berbagai ancaman, mulai dari Gajah Biru, Juru Demung, Maudama, Wagol, hingga Nambi - mantan Mahapatih Majapahit yang memiliki hubungan dengan Arya Wiraraja.

Baca juga: Kisah Gajah Mada Pimpin Pasukan Bhayangkara Tumpas Pemberontakan Ra Kuti

Negarakertagama mencatat bagaimana Jayanegara memimpin pasukannya sendiri untuk menghadapi para pemberontak.

"Empu Nambi dan sanak saudaranya dibinasakan, benteng di Pajarakan diduduki," demikian tertulis. Namun, di balik semua itu, Jayanegara dikenal sebagai raja yang lemah dan sewenang-wenang, sehingga mendapat julukan Kalagemet - sebuah sindiran yang tersembunyi.

Jayanegara adalah anak dari pernikahan Raden Wijaya dan Dara Petak, putri dari negeri Melayu. Pernikahan ini sempat memicu persaingan dengan keturunan Kertanegara dari Singasari.

Baca juga: Kudo Kardono Panglima Majapahit, Sepupu Gajah Mada Penumpas Pemberontakan Ra Kuti

Ketika Jayanegara naik takhta, ia melarang saudari tirinya, Tribuwanatunggadewi dan Radjadewi Maharadjasa, untuk menikah, diduga agar tidak ada pesaing terhadap kedudukannya.

Pasukan Dharmaputra Berbalik Menikam


Untuk mengamankan posisinya, Jayanegara membentuk pasukan khusus bernama Dharmaputra yang terdiri dari tujuh senopati pilihan: Ra Tanca, Ra Kuti, Ra Semi, Ra Pangsa, Ra Wedeng, Ra Juju, dan Ra Banyak. Mereka mendapat status istimewa dan disebut sebagai abdi dalem wineh suka, namun akhirnya justru berbalik melawan Jayanegara.

Pemberontakan besar terjadi ketika Ra Kuti memimpin kudeta yang nyaris merenggut nyawa Jayanegara. Dalam serangan mendadak, Raja Majapahit terpaksa melarikan diri ke Bedander, dikawal oleh 15 Bhayangkara di bawah komando Gajah Mada.

Sementara itu, Gajah Mada diam-diam kembali ke ibu kota, menyusun strategi, dan akhirnya berhasil merebut kembali tahta untuk Jayanegara dengan menumpas pemberontak. Semua pemberontak tewas—kecuali Ra Tanca.

Di istana Majapahit, Ra Tanca yang memiliki keahlian obat-obatan (Tabib) mampu bertahan dalam waktu lama.

"Pemberontakan Kuti dan peristiwa Tanca yang mengakibatkan wafatnya Raja Jayanegara berjarak sembilan tahun," tulis Slamet Muljana dalam "Menuju Puncak Kemegahan, Sejarah Kerajaan Majapahit".

Ra Tanca, seorang tabib istana, kembali mengabdi setelah pemberontakan Ra Kuti. Namun, dendam lama terhadap Jayanegara masih membara. Puncaknya terjadi saat penyakit bisul raja kambuh.

Ketika dipanggil untuk melakukan operasi, Ra Tanca melihat kesempatan. Pada pembedahan ketiga, ia tidak hanya mengiris bisul sang raja tetapi juga menikamkan belati ke tubuhnya. Jayanegara tewas seketika.

Namun, Ra Tanca tidak sempat menikmati keberhasilannya. Gajah Mada yang berada di tempat kejadian langsung bertindak dan menikam Ra Tanca hingga tewas di lokasi yang sama. Tragedi ini terjadi pada tahun Saka 1250 atau 1328 Masehi.

"Pemberontakan Kuti dan peristiwa Tanca yang mengakibatkan wafatnya Raja Jayanegara berjarak sembilan tahun," tulis Slamet Muljana dalam "Menuju Puncak Kemegahan, Sejarah Kerajaan Majapahit".

Awal Kebangkitan Trah Kertanegara


Dengan mangkatnya Jayanegara, Gajah Mada mengangkat Tribuwanatunggadewi sebagai pemimpin Majapahit.

Langkah ini mendapat dukungan luas karena mengembalikan kekuasaan kepada keturunan langsung Kertanegara. Kelak, dari garis ini lahir Hayam Wuruk, raja yang membawa Majapahit ke puncak kejayaannya.

Pembunuhan Ra Tanca juga memperkuat posisi Gajah Mada di mata rakyat dan elite Majapahit. Ia dianggap sebagai tokoh yang mengoreksi ketidakadilan dan menegakkan hak keturunan Singasari, sekaligus menghapus jejak pengaruh Dara Petak dari kerajaan.

Ra Tanca, jadi satu-satunya Dharmaputra yang selamat dari penumpasan terhadap Dharmaputra yang berkhianat. Namun menemui ajal di tangan Gajah Mada, sebuah pengkhianatan yang berujung pada akhir yang tragis.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
28 Tahun Reformasi:...
28 Tahun Reformasi: Pengkhianatan dan Kakistokrasi
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
Rekomendasi
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Perbandingan Harga Tiket...
Perbandingan Harga Tiket Piala Dunia 2022 vs 2026 Bikin Melongo: Final Tembus Rp113 Juta
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Berita Terkini
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
Gempa M5,2 Guncang Pulau...
Gempa M5,2 Guncang Pulau Karatung Sulut
Sekjen PPP Taj Yasin...
Sekjen PPP Taj Yasin dan Agus Suparmanto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved