Karyawan RSUD Cibabat Swab Test Massal, Wali Kota Minta Pelayanan Ditutup
Senin, 10 Agustus 2020 - 16:21 WIB
loading...
RSUD Cibabat, Kota Cimahi, akan ditutup sementara terhadap semua pelayanan termasuk IGD karena akan dilakukan swab test kepada 1.000 karyawannya usai diketahui ada yang positif COVID-19. Foto: Dok SINDOnews
A
A
A
CIMAHI - Pemkot Cimahi mengambil opsi akan menutup total seluruh pelayanan di RSUD Cibabat (lockdown) setelah diketahui adanya belasan karyawan di rumah sakit pelat merah ini yang positif COVID-19. Jika sebelumnya diketahui hanya ada lima yang positif, kini tercatat ada 15 karyawan positif COVID-19 berdasarkan hasil swab test terbaru yang telah dilakukan.
"Kami sedang mengkaji opsi akan menutup semua pelayanan di RSUD Cibabat selama proses swab test dilakukan, dan traking kepada yang kontak erat," kata Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna, Senin (10/8/2020).
Untuk saat ini, kata dia, yang sudah ditutup pelayanannya baru poliklinik dan rawat jalan. Namun untuk menekan penularan virus tersebut, rencananya selama pelaksanaan swab terhadap seluruh karyawannya semua pelayanan akan ditutup total. Hal tersebut akan diputuskan secepatnya agar penyebaran virus ini tidak semakin banyak menular ke karyawan ataupun masyarakat yang berobat.
Dia menjelaskan, para pegawai RSUD Cibabat yang sudah terkonfirmasi positif diduga tertular dari luar wilayah rumah sakit. Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil traking atau pelcakan yang dilakukan selama beberapa hari terakhir. "Penularannya, dari luar (impor) bukan penyebaran lokal, salah satunya dari perkumpulan keluarga mereka yang kerja, salah satunya di Bandung," ujarnya.
Plt Direktur Utama RSUD Cibabat, Reri Marliah menyebutkan, mereka yang saat ini diketahui positif adalah 8 orang berada di instalasi gizi, 3 perawat, 1 bidan, 2 tenaga kebersihan (sudah sembuh) dan 1 petugas keamanan (sudah sembuh). Terkait rencana penutupan pelayanan, mulai hari ini pihaknya sudah melakukan penutupan secara bertahap.
"Kami sedang mengkaji opsi akan menutup semua pelayanan di RSUD Cibabat selama proses swab test dilakukan, dan traking kepada yang kontak erat," kata Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna, Senin (10/8/2020).
Untuk saat ini, kata dia, yang sudah ditutup pelayanannya baru poliklinik dan rawat jalan. Namun untuk menekan penularan virus tersebut, rencananya selama pelaksanaan swab terhadap seluruh karyawannya semua pelayanan akan ditutup total. Hal tersebut akan diputuskan secepatnya agar penyebaran virus ini tidak semakin banyak menular ke karyawan ataupun masyarakat yang berobat.
Dia menjelaskan, para pegawai RSUD Cibabat yang sudah terkonfirmasi positif diduga tertular dari luar wilayah rumah sakit. Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil traking atau pelcakan yang dilakukan selama beberapa hari terakhir. "Penularannya, dari luar (impor) bukan penyebaran lokal, salah satunya dari perkumpulan keluarga mereka yang kerja, salah satunya di Bandung," ujarnya.
Plt Direktur Utama RSUD Cibabat, Reri Marliah menyebutkan, mereka yang saat ini diketahui positif adalah 8 orang berada di instalasi gizi, 3 perawat, 1 bidan, 2 tenaga kebersihan (sudah sembuh) dan 1 petugas keamanan (sudah sembuh). Terkait rencana penutupan pelayanan, mulai hari ini pihaknya sudah melakukan penutupan secara bertahap.
Lihat Juga :