Diusung Partai Perindo, Ngatiyana-Adhitia Siapkan Jurus Jitu Atasi Pengangguran di Kota Cimahi
Selasa, 15 Oktober 2024 - 18:11 WIB
loading...
Pasangan Calon Wali dan Wakil Wali Kota Cimahi nomor urut 2 Ngatiyana-Adhitia Yudisthira terus blusukan dalam kampanye Pilkada 2024. Foto/Ferry Bangkit Rizki
A
A
A
CIMAHI - Pasangan Calon Wali dan Wakil Wali Kota Cimahi nomor urut 2 Ngatiyana-Adhitia Yudisthira terus blusukan dalam kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Mereka menawarkan ide dan gagasan untuk pembangunan Kota Cimahi.
Seperti yang terlihat pada Selasa (15/10/2024), pasangan yang diusung Partai Perindo, Partai Gerindra, PKB, PAN, PPP, dan Partai Buruh melakukan blusukan untuk menyerap aspirasi masyarakat.
Baca juga: Serasikan Program Fahmi-Dida, Partai Perindo Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Bazar Sembako Murah
Blusukan untuk menyapa masyarakat, pasangan Ngatiyana-Adhitia mendapat 'pengawalan' dari sejumlah pemeran film Preman Pensiun yang sempat tayang RCTI. Di antara seperti Denny Firdaus alias Kang Murad, Icuk Baros alias Saep Copet, Ucup Palentin alias Ubed dan pemeran lainnya.
Di tengah blusukan itu, pasangan Ngatiyana-Adhitia di antaranya menerima kelurahn seputar tingginya angka pengangguran di Cimahi dan menanyakan solusi yang ditawarkan. Ngatiyana menjelaskan bahwa akar permasalahan terletak pada kesiapan tenaga kerja lokal yang masih kurang optimal.
Seperti yang terlihat pada Selasa (15/10/2024), pasangan yang diusung Partai Perindo, Partai Gerindra, PKB, PAN, PPP, dan Partai Buruh melakukan blusukan untuk menyerap aspirasi masyarakat.
Baca juga: Serasikan Program Fahmi-Dida, Partai Perindo Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Bazar Sembako Murah
Blusukan untuk menyapa masyarakat, pasangan Ngatiyana-Adhitia mendapat 'pengawalan' dari sejumlah pemeran film Preman Pensiun yang sempat tayang RCTI. Di antara seperti Denny Firdaus alias Kang Murad, Icuk Baros alias Saep Copet, Ucup Palentin alias Ubed dan pemeran lainnya.
Di tengah blusukan itu, pasangan Ngatiyana-Adhitia di antaranya menerima kelurahn seputar tingginya angka pengangguran di Cimahi dan menanyakan solusi yang ditawarkan. Ngatiyana menjelaskan bahwa akar permasalahan terletak pada kesiapan tenaga kerja lokal yang masih kurang optimal.
Lihat Juga :