Kisah Perseteruan Masyumi dan PKI, Kian Meruncing Jelang Pemilu 1955
Rabu, 06 September 2023 - 05:14 WIB
loading...
Diorama kekejaman PKI di Museum Lubang Buaya. Foto/Ist.
A
A
A
Perseteruan PKI (Partai Komunis Indonesia) dengan Masyumi, nyaris abadi. Perseteruan itu, kian meruncing menjelang Pemilu 1955. Pertentangan kedua partai politik tersebut, semakin vulgar dan menjadi-jadi.
Baca juga: Kisah PKI Kocar-kacir Digebuk GP Ansor usai Rampas Tanah Muslimat NU Surabaya
Pemberontakan PKI di Madiun tahun 1948 menjadi senjata bagi Masyumi untuk menyerang PKI. Masyumi terus melakukan serangan politik terhadap PKI, dengan mengingatkan memori publik atas peristiwa pemberontakan tersebut.
Orang-orang Masyumi mengkampanyekan kepada publik, utamanya di kota-kota besar, bahwa PKI yang dipimpin oleh Musso atau Munawar Musso, dan Amir Sjarifuddin di Madiun, pernah berusaha menggulingkan Pemerintahan Soekarno-Hatta.
Baca juga: Viral Balita 15 Bulan di Makassar Dilindas Mobil Mewah Pajero, Begini Kondisinya
Para juru bicara Masyumi tak berhenti menuding PKI sebagai kaki tangan Moskow. Mereka juga terus mengungkit pemberontakan PKI, dengan memperingati peristiwa Madiun 1948 sebagai Hari Berkabung Nasional.
Baca juga: Kisah PKI Kocar-kacir Digebuk GP Ansor usai Rampas Tanah Muslimat NU Surabaya
Pemberontakan PKI di Madiun tahun 1948 menjadi senjata bagi Masyumi untuk menyerang PKI. Masyumi terus melakukan serangan politik terhadap PKI, dengan mengingatkan memori publik atas peristiwa pemberontakan tersebut.
Orang-orang Masyumi mengkampanyekan kepada publik, utamanya di kota-kota besar, bahwa PKI yang dipimpin oleh Musso atau Munawar Musso, dan Amir Sjarifuddin di Madiun, pernah berusaha menggulingkan Pemerintahan Soekarno-Hatta.
Baca juga: Viral Balita 15 Bulan di Makassar Dilindas Mobil Mewah Pajero, Begini Kondisinya
Para juru bicara Masyumi tak berhenti menuding PKI sebagai kaki tangan Moskow. Mereka juga terus mengungkit pemberontakan PKI, dengan memperingati peristiwa Madiun 1948 sebagai Hari Berkabung Nasional.
Lihat Juga :