Lima Bulan, Bisnis Hiburan dan Pesta Pernikahan Mati
Kamis, 23 Juli 2020 - 00:31 WIB
loading...
Sejumlah pelaku usaha hiburan dan wedding party melakukan simulasi pesta pernikahan di Gedung Astoria, Kota Mojokerto, Rabu (22/07/2020). Foto/SINDOnews/Tritus Julan
A
A
A
MOJOKERTO - Pelaku usaha hiburan dan pesta pernikahan di Kota Mojokerto menjerit. Selama lima bulan ini, mereka mengaku sama sekali tak mendapatkan income. Praktis, banyak usaha yang berkaitan juga ikut mati.
Lantaran belum adanya tanda-tanda pesta pernikahan dan bisnis hiburan diberi izin beroperasi, sejumlah pelaku usaha bidang ini mulai melakukan upaya dengan menggelar simulasi pesta pernikahan. Berharap agar Pemkot Mojokerto segera memberikan izin bisa digelarnya pesta pernikahan dan hiburan lainnya.
Pada Rabu (22/07/2020) sejumlah pelaku usaha hiburan dan wedding organizer menggelar simulasi pesta pernikahan di Gedung Astoria, Kota Mojokerto. Mereka mulai menyimulasikan bagaimana menggelar pesta pernikahan dengan mengikuti protokol kesehatan untuk menghindari penyebaran COVID-19. (BACA JUGA: Pentingnya Membangun Islamic Center di Kota Medan)
Tak hanya melakukan simulasi pesta pernikahan di dalam gedung, mereka juga melakukan simulasi yang sama di rumah. ”Ini akan menjadi acuan bagi masyarakat bagaimana cara menggelar pesta pernikahan baik di dalam gedung maupun di rumah. Kuncinya, semua mengikuti protokol kesehatan,” terang Teguh, Ketua Pelaksana Simulasi Pesta Pernikahan.
Dikatakan, upaya ini dilakukan agar bisnis hiburan dan wedding party bisa segera mendapatkan izin dari pemerintah daerah setempat. Pasalnya, selama lima bulan ini bisnis tersebut mati. ”Ada banyak yang terlibat dalam bisnis ini. Semua mati karena pandemi covid-19 ini,” lanjut Teguh.
Lantaran belum adanya tanda-tanda pesta pernikahan dan bisnis hiburan diberi izin beroperasi, sejumlah pelaku usaha bidang ini mulai melakukan upaya dengan menggelar simulasi pesta pernikahan. Berharap agar Pemkot Mojokerto segera memberikan izin bisa digelarnya pesta pernikahan dan hiburan lainnya.
Pada Rabu (22/07/2020) sejumlah pelaku usaha hiburan dan wedding organizer menggelar simulasi pesta pernikahan di Gedung Astoria, Kota Mojokerto. Mereka mulai menyimulasikan bagaimana menggelar pesta pernikahan dengan mengikuti protokol kesehatan untuk menghindari penyebaran COVID-19. (BACA JUGA: Pentingnya Membangun Islamic Center di Kota Medan)
Tak hanya melakukan simulasi pesta pernikahan di dalam gedung, mereka juga melakukan simulasi yang sama di rumah. ”Ini akan menjadi acuan bagi masyarakat bagaimana cara menggelar pesta pernikahan baik di dalam gedung maupun di rumah. Kuncinya, semua mengikuti protokol kesehatan,” terang Teguh, Ketua Pelaksana Simulasi Pesta Pernikahan.
Dikatakan, upaya ini dilakukan agar bisnis hiburan dan wedding party bisa segera mendapatkan izin dari pemerintah daerah setempat. Pasalnya, selama lima bulan ini bisnis tersebut mati. ”Ada banyak yang terlibat dalam bisnis ini. Semua mati karena pandemi covid-19 ini,” lanjut Teguh.
Lihat Juga :