alexametrics

Pentingnya Membangun Islamic Center di Kota Medan

loading...
Pentingnya Membangun Islamic Center di Kota Medan
Membangunsatu wadah persatuan umat bernama Islamic Center sangat penting sebab wadah itu tidak hanya melulu berbicara tentang keagamaan, tetapi juga bisa memberikan solusi yang berdampak pada meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah ini. (Foto/S
A+ A-
MEDAN - Membangunsatu wadah persatuan umat bernama Islamic Center sangat penting sebab wadah itu tidak hanya melulu berbicara tentang keagamaan, tetapi juga bisa memberikan solusi yang berdampak pada meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah ini.

"Saya ingin membentuk sebuah peradaban Islam sebagai salah satu wajah Kota Medan. Maka itu saya rasa penting membangun Islamic Center. Di dalamnya berkolaborasi semua pihak yang akan dibangun pula aspek sosial dan ekonomi," kataBobby Afif Nasution saat bersilaturahmi ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Medan di Jalan Mandala By Pass Medan, Selasa (21/7/2020).

Menurut Bobby, target pembagunan Islamic Center itu dapat bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat, namun bisa juga menjadi destinasi wisata serta untuk perkembangan ekonomi masyarakat. Maka itu,pentingnya, ke depan dibangun satu wadah persatuan umat di Islamic Center Medan.
(BACA JUGA: Mengenal Imam dan Muazin Salat Jumat Perdana di Hagia Sophia)

"Saya ingin warga Muhammadiyah juga ikut berkolaborasi di Islamic Center yang akan kita bangun jika kelak saya diberi amanah memimpin Kota Medan," lanjut Alumnus S2 Agrobisnis IPB Bogor itu



Dalam pertemuan itu, Bobby disambut sangat hangat oleh seluruh pengurus Muhammadiyah. Pada saat itu hadir hampir seluruh lembaga, majelis dan Organisasi Otonom (Ortom) di bawah Muhammadiyah.

Ortom Muhammadiyah antara lain Aisyiyah, Hizbul Wathan, Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah dan Tapak Suci Putra Muhammadiyah.



Ketua PDM Muhammadiyah Kota Medan, Ustadz Tagor Muda Lubis dalam pertemuan itu menjelaskan bahwa pihaknya membuka diri dengan kehadiran Bobby Nasution. Bahkan beliau berharap pertemuan tersebut bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

Membuka pembicaraan, Ustaz Tagor mengatakan berteman baik dengan Almarhum Erwin Nasution yang merupakan ayah Kandung Bobby Nasution. Semasa hidup Ustaz Tagor sering berdiskusi dengan almarhum di kampus. Karena selain aktif di perkebunan, almarhum Erwin Nasution juga aktif di akademisi.
(BACA JUGA: Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Mundur, Kemendikbud: Masih Komunikasi)

"Dalam silaturahmi ada dua nikmat, yakni akan dipanjangkan umurnya dan dimurahkan rezekinya. Semoga pertemuan ini jadi rahmat dan hidayah bagi kita semua," kata Ustaz Tagor Lubis.

Kepada Bobby, Ustadz Tagor meminta agar mampu menyentuh hati warga Muhammadiyah. Karena Muhammadiyah saat ini sebagai organisasi Islam terbesar dengan 32 cabang dan 145 ranting.

"Apalagi kalau mampu menyentuh hati ibu-ibu Nasyiatul Aisyiyah. Tapi saya yakin bisa karena menyentuh hati anak Presiden saja bisa," kelakar Ustaz Tagor.

Kepada seluruh bakal calon wali kota Medan, Ustaz Tagor menegaskan bahwa pihaknya membuka diri. Tapi dikembalikan kepada sosok Bakal Calon itu sendiri, agar mampu menyentuh hati para Warga Muhammadiyah.

Mendapat sambutan hangat dari Warga Muhammadiyah, Bobby Nasution pun ingin membalas dengan kerja nyata untuk menarik simpati.

"Bukan dengan kata-kata, akankah lebih baik bila kita menyentuh hati masyarakat dengan visi-misi, dengan kinerja yang bermanfaat bagi masyarakat," papar Bobby saat diberikan kesempatan menyampaikan kata-kata di hadapan pengurus Muhammadiyah.

Penggagas gerakan #KolaborasiMedanBerkah itu pun berharap dengan konsep kolaborasi yang digaungkan bermanfaat bagi pembangunan Kota Medan.
(BACA JUGA: Gagasan Mensos Jauhkan Rokok dari Anak Perlu Jadi Gerakan Nasional)

Konotasi negatif dari Kota Medan yang terucap lewat istilah Ini Medan Bung, atau bahkan julukan Kota Para Ketua juga akan dibenahi. Ungkapan khas Medan itu, dulunya berkonotasi positif. Namun belakangan menjadi negatif dan menambah daftar tercorengnya wajah Kota Medan.

Bobby Nasution ingin mengembalikan hal itu menjadi kekuatan. Seperti dahulu ketika Kota Medan dibangun oleh para saudagar.

"Solusinya itu kolaborasi dari masyarakat, korporasi, UMKM, koordinasi ke pemerintah pusat dengan baik. Kita akan kejar ketinggalan pembangunan dari kita dengan akselerasi," pungkas Bobby.
(vit)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak