Monumen Plataran Saksi Bisu Perjuangan Taruna Akmil Jaga Kemerdekaan

Jum'at, 17 Juli 2020 - 05:11 WIB
loading...
Monumen Plataran Saksi...
Monumen Plataran, saksi bisu perjuangan anak bangsa mempertahankan kemerdekaan. FOTO : SINDOnews/Priyo Setyawan
A A A
Paska kemerdekaan 17 Agustus 1945 Belanda kembali datang untuk menguasai lagi Indonesia. Berbagai cara pun dilakukan, terutama guna memperlemah posisi Indonesia di mata dunia. Di antaranya dengan penangkapan tokoh-tokoh yang mempunyai pengaruh, seperti tokoh poltik maupun pimpian pejuang termasuk penyerangan ke markas-markas pertahanan.

Hal ini menyebabkan di berbagai daerah banyak terjadi pertempuran untuk mempertahankan kemerdekaan tersebut. Bukan itu saja, karena situasi dianggap genting di Jakarta, pemerintah Indonesia memutuskan untuk memindah Ibukota negara dari Jakarta ke Yogyakarta 4 Januari 1946.

Namun begitu, rakyat Indonesia tidak tinggal daiam mempertahankan kemerdekaant. Baik melalui diplomasi maupun pertempuran dengan Belanda. Untuk perlawanan ini. tentara, pejuang dan rakyat saling bahu membahu. Termasuk Taruna Aakademi Militer atau Militer Academy (MA) juga tidak mau ketinggalan. Mereka ikut menyerang pertahanan Belanda di Yogyakarta.

Atas serangan ini, Belanda membalasnya dengan menyerang pos-pos pertahanan pejuang. Pos pertahanan Taruna MA di Plataran Kiyudan, Selomartani, Kalasan, Sleman pun juga tidak luput dari sasaran serangan Belanda. Puncaknya 24 Februari 2020 terjadilah pertempuran di Plataran.

Pertempuran antara Taruna MA bersama pejuang lain dengan Belanda di Plataran, berawal saat Letnan Abdul Jalil yang tewas saat bertempur dengan Belanda di Sambiroto, Purwomatani, Kalasan. 22 Februari 1949. Saat pakainnya digeledah, Belanda menemukan buku harian Abdul Jalil. Di buku harian tersebut tercatat titik-titik markas-markas pejuang di wilayah Kalasan. Seperti di Kringinan dan Ngasem.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ribuan Penonton Final...
Ribuan Penonton Final PFL 2026 Ciptakan Peluang Ekonomi bagi Pengusaha Ultra Mikro
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Rayakan HUT ke-4, Next...
Rayakan HUT ke-4, Next Hotel Yogyakarta Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Reuni Harmoni Lintas...
Reuni Harmoni Lintas Generasi
Karaton Ngayogyakarta...
Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat Perkuat Promosi Budaya dan Pariwisata Yogyakarta di Pasar Global
Buntut Kasus Daycare...
Buntut Kasus Daycare di Yogyakarta, DPR Desak Pemda Evaluasi Izin Seluruh Tempat Titip Anak
Rekomendasi
Saat Messi Bersinar,...
Saat Messi Bersinar, Ronaldo Justru Tenggelam
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
PRJ 2026 Pecah! Wali...
PRJ 2026 Pecah! Wali Ajak Penonton Nyanyi dan Joget Bareng
Berita Terkini
Eksekusi Hotel Sultan,...
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg: Kita Harus Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
Akses Masuk Kawasan...
Akses Masuk Kawasan GBK Dibatasi Jelang Eksekusi Hotel Sultan
Jelang Eksekusi Hotel...
Jelang Eksekusi Hotel Sultan, Spanduk Penolakan hingga Kawat Berduri Terpasang di Sekitar Lokasi
3.161 Personel Gabungan...
3.161 Personel Gabungan Disiagakan Jelang Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
BMKG: Indonesia Bagian...
BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
Infografis
5 Negara Dulu Menentang...
5 Negara Dulu Menentang Kemerdekaan Palestina Sekarang Mengakui
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved