RS Nasional Hospital Surabaya Kini Bisa Deteksi COVID-19 dengan Air Liur

Senin, 21 Desember 2020 - 03:00 WIB
Direktur RS Nasional Hospital, Prof Hananiel Prakasya Widjaya memberikan penjelasan soal sampel air liur atau saliva based testing. Foto: iNews/Hari Tambayong
SURBAYA - Tes Swab melalui hidung dianggap sebagian orang membuat kurang nyaman bahkan ada yang merasakan sakit bahkan hasilnya sampai beberapa hari.

Kini, ada inovasi untuk pendeteksi COVID-19 denganmenggunakan sampel air liur atau saliva based testing yang akurasinya hampir sama yakni 90% dan hasilnya bisa diketahui selama enam jam. Sembari menunggu registrasi dari kementrian kesehatan indonesia,rencananya,di awal tahun 2021 Rumah Sakit National Hospital Surabaya akan menerapkannya.



Meski saat ini metode tes swab sudah dilakukan di beberapa negara seperti Jepang dan Singapura,namun metode deteksi COVID-19 melalui air liur ini baru akan diterapkan di Indonesia, yakni di Rumah Sakit National Hospital Surabaya. (Baca Juga: Palsukan Surat Rapid Test, Sekeluarga Diamankan Petugas Bandara Hang Nadim Batam)

Metode ini diharapkan bisa membuat masyarakat tidak takut lagi untuk mendeteksi COVID-19, karena dengan menggunakan sample air liur, bukan dari hidung yang sekarang diterapkan yakni tes Swab atau PCR.

Direktur RS Nasional Hospital, Prof Hananiel Prakasya Widjaya menjelaskan,tes saliva based dengan pemeriksaan menggunakan sampel air ludah iniakan memudahkan masyarakat, karena tanpa ada rasa sakit dan rasa tidak nyaman,bahkan hasil pemeriksaannya diyakini lebih cepat dari tes swab pcr, yaitu enam jam saja.

“Kita melihat ada inovasi baru dalam screening COVID-19 yakni dengan air liur dan hal ini bisa sebagai pengganti tes PCR dan air liur ini mudah dikorek diambil dan tidak perlu tenaga ahli yang khusus terlatih,” katanya. (Baca Juga: Rombongan Odong-odong Pembawa Wisatawan Dihentikan, Penumpang Diturunkan)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!