alexametrics

Dua Karyawan Meninggal Dunia COVID-19, TVRI Jatim Lockdown 15 Hari

loading...
Dua Karyawan Meninggal Dunia COVID-19, TVRI Jatim Lockdown 15 Hari
ilustrasi
A+ A-
SURABAYA - Kantor TVRI Jawa Timur (Jatim) mulai hari ini hingga tanggal 27 Juli mendatang atau 15 hari kedepan melakukan penutupan (lockdown) sementara.

Penututan ini setelah dua karyawannya meninggal dunia akibat terinfeksi COVID-19. Dalam rentang waktu tersebut, TVRI Jatim akan me-relay tayangan dari TVRI Pusat.

(Baca juga:300 Orang Tenaga Medis di Sidoarjo Tepapar COVID-19, 5 Meninggal)

“Mulai hari ini hingga tanggal 27 Juli kita tidak melakukan penyiaran apapun. Kita hanya me-relay siaran nasional. Jadi paling yang bertugas hanya operator pemancar. Paling dua orang yang ada di kantor. Itupun hanya mengerjakan tugas administratif. Bagi tamu-tamu yang datang juga tidak akan terlayani,” kata Kepala TVRI Jatim, Akbar Sahidi, Senin (13/7/2020).



Dua orang yang meninggal dunia itu bertugas di dalam kantor. Satu perempuan yang bekerja di bidang administrasi. Diduga dia mengalami gejala demam berdarah. Satu lagi seorang laki-laki di bidang editing dengan gejala awal tifus. Kedua terdeteksi COVID-19 setelah dibawa ke rumah sakit.

(Baca juga:UK Petra Luncurkan PetraMobile untuk Pembelajaran Jarak Jauh)



Ini lantaran keduanya mengalami sesak nafas. Karyawan laki-laki meninggal dunia pada Sabtu (11/7/2020). Sementara perempuan meninggal pada Minggu (12/7/2020). “Keduanya dimakamkan secara COVID-19. Karena sesak nafas, bisa dipastikan mereka COVID-19,” ujar Akbar.

Pada Kamis (9/7/2020) lalu, stasiun televisi plat merah itu menggelar rapid test untuk sekitar 180 orang karyawannya. Dari jumlah itu, enam di antaranya dinyatakan reaktif dan telah menjalani tes swab polymerase chain reaction (PCR). Namun hasilnya belum keluar. “Namun yang reaktif ini melakukan isolasi mandiri sambil menunggu hasil swab,” tandas Akbar.
(msd)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak