alexametrics

Tambah 2 Orang, Siswa, Staf, dan Pengajar Pusdikpom Terpapar Corona Jadi 101

loading...
Tambah 2 Orang, Siswa, Staf, dan Pengajar Pusdikpom Terpapar Corona Jadi 101
Pusdikpom TNI AD di Kota Cimahi. Foto/INEWSTv/Yuwono Wahyu
A+ A-
BANDUNG - Jumlah siswa, staf, dan pengajar di Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) TNI AD yang positif terpapar virus Corona (COVID-19) bertambah dua orang.

Jadi total orang terpapar COVID-19 di Pusdikpom menjadi 101 orang. Sebelumnya, 99 orang positif terpapar berdasarkan tes swab. (BACA JUGA:99 Orang Positif COVID-19, Area Pusdikpom Cimahi Disemprot Disinfektan)

Klaster baru penyebaran COVID-19 di Kota Cimahi ini terungkap setelah Mabes TNI AD melakukan tes swab di Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD di Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung. (BACA JUGA:Klaster Secapa AD Ditemukan Berawal dari Perwira Siswa Sakit Bisul)

"Dari kasus Secapa AD itu, Mabes TNI AD menuju ke Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) TNI AD di Kota Cimahi. Sebanyak 101 prajurit positif COVID-19 berdasarkan hasil swab test. Ke-101 orang itu itu terdiri dari 25 staf dan anggota dari Pusdikpom TNI AD dan 76 orang siswa," kata Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa di Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Sabtu (11/7/2020).



Andika mengemukakan, lembaga pendidikan seperti Secapa atau Pusdikpom di TNI ini cukup banyak. Pendidikan TNI AD itu tersebar di seluruh Indonesia. (BACA JUGA:Ridwan Kamil Sebut Klaster Secapa AD Kejadian Luar Biasa)

"Jadi pertanyaannya itu kan, kenapa di dua lembaga pendidikan ini (Secapa AD dan Pusdikpom yang terpapar COVID-19)? Nah itu lah yang kami terus evaluasi. Suka atau tidak, inilah angkatan darat dengan segala keterbatasan," ujar KSAD. (BACA JUGA:99 Anggota TNI di Pusdik Polisi Militer Dikabarkan Positif COVID -19)



Jenderal TNI Andika menuturkan, Secapa AD, Pusdikpom, dan lembaga pendidikan AngkatanDarat lainnya, itu memang bukan hanya seperti Kodam III yang hanya kantor. Di semua lembaga pendidikan itu, di dalam juga tinggal keluarga staf lembaga institusi itu.

Jadi di situ, tutur Andika, ada anggota staf dengan rumahnya dengan keluarganya. Sehingga kami juga tidak bisa secara konklusif (mengambil kesimpulan) menyatakan bahwa penyebabnya itu A, B, C. Sebab, keluarga staf dan pengajar ini juga punya aktivitas.

Aktivitas di semua lembaga pendidikan itu kan bergantung kepada situasi yang diterapkan oleh pemerintah daerah. Ada daerah yang masih PSBB atau yang tidak. Bahkan ada yang sekarang mikro dan seterusnya. jadi masing-masing menghadapi situasi berbeda di daerahnya masing-masing," tutur Andika.

Kasus Secapa AD dan Pusdikpom ini, ungkap KSAD, merupakan pembelajaran. Mabes TNI AD melakukan beberapa evaluasi termasuk mempersering penyemprotan disinfektan, tidak hanya di lingkungan luar atau eksterior, tapi juga ke dalam ruangan.

"Karena memang itulah salah satu cara. Walau dengan cara itu pun kita tidak bisa menjamin bahwa kita tidak akan pernah kena kasus COVID," pungkas KSAD.
(awd)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak