Ridwan Kamil Sebut Klaster Secapa AD Kejadian Luar Biasa
Jum'at, 10 Juli 2020 - 13:43 WIB
loading...
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dan Wali Kota Bandung, Oded M Danial menyampaikan perkembangan klaster baru Secapa AD, Jumat (10/7/2020). Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
A
A
A
BANDUNG - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat yang juga Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menyebut, klaster baru penularan COVID-19 di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) sebagai kejadian luar biasa.
Dia menegaskan, pasca terungkapnya klaster baru tersebut, pihaknya langsung menyiapkan langkah-langkah antisipasi bersama Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Kota Bandung untuk menekan potensi penularan COVID-19 dari siswa sekolah pendidikan militer yang berlokasi di Jalan Hegarmanah, Kota Bandung itu. (Baca: Polri Gelar Panen Raya Kampung Tangguh Nusantara di Majalengka)
"Saya barusan bermusyawarah bersama wali kota Bandung terkait kejadian luar biasa di institusi kenegaraan, khususnya Secapa (AD) yang memang sangat luar biasa yang kami sebut sebagai anomali. Jadi, ini bukan sebuah pola (penyebaran COVID-19)," ujar Ridwan Kamil dalam konferensi pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (10/7/2020).
Pria yang akrab disapa Kang Emil itu melanjutkan, dirinya sudah bersepakat dengan Wali Kota Bandung, Oded M Danial untuk segera menindaklanjuti munculnya klaster Secapa AD yang diawali dengan menggelar tes COVID-19 terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar Kompleks Secapa AD. "Pengetesan lingkungan sekitar wajib hukumnya karena dulu (klaster Stukpa Polri) di Sukabumi juga bocor ke wilayah sekitarnya," tegasnya.
Kedua, Kang Emil menyarankan agar Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Kota Bandung memberlakukan pembatasan sosial berskala mikro (PSBB) di kawasan Hegarmanah dan sekitarnya. "Jadi, jalan-jalan masuk ditutup, yang bisa masuk hanya penghuni untuk memastikan tidak ada kebocoran," imbuhnya.
Dia menegaskan, pasca terungkapnya klaster baru tersebut, pihaknya langsung menyiapkan langkah-langkah antisipasi bersama Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Kota Bandung untuk menekan potensi penularan COVID-19 dari siswa sekolah pendidikan militer yang berlokasi di Jalan Hegarmanah, Kota Bandung itu. (Baca: Polri Gelar Panen Raya Kampung Tangguh Nusantara di Majalengka)
"Saya barusan bermusyawarah bersama wali kota Bandung terkait kejadian luar biasa di institusi kenegaraan, khususnya Secapa (AD) yang memang sangat luar biasa yang kami sebut sebagai anomali. Jadi, ini bukan sebuah pola (penyebaran COVID-19)," ujar Ridwan Kamil dalam konferensi pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (10/7/2020).
Pria yang akrab disapa Kang Emil itu melanjutkan, dirinya sudah bersepakat dengan Wali Kota Bandung, Oded M Danial untuk segera menindaklanjuti munculnya klaster Secapa AD yang diawali dengan menggelar tes COVID-19 terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar Kompleks Secapa AD. "Pengetesan lingkungan sekitar wajib hukumnya karena dulu (klaster Stukpa Polri) di Sukabumi juga bocor ke wilayah sekitarnya," tegasnya.
Kedua, Kang Emil menyarankan agar Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Kota Bandung memberlakukan pembatasan sosial berskala mikro (PSBB) di kawasan Hegarmanah dan sekitarnya. "Jadi, jalan-jalan masuk ditutup, yang bisa masuk hanya penghuni untuk memastikan tidak ada kebocoran," imbuhnya.
Lihat Juga :