New Normal, Layanan BP Jamsostek Melonjak hingga 15 Ribu Orang per Hari
Jum'at, 10 Juli 2020 - 14:57 WIB
loading...
BP Jamsostek mengonfirmasi lonjakan signifikan jumlah peserta yang dilayani hingga 15.000 orang per hari sejak new normal diberlakukan. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
BANDUNG - Seiring penerapan adaptasi kebiasaan baru atau new normal, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) mengonfirmasi lonjakan signifikan jumlah layanan kepesertaan hingga 15.000 orang per hari.
Direktur Utama BP Jamsostek, Agus Susanto mengatakan, protokol Lapak Asik yang diterapkan sejak awal pembatasan sosial berskala besar (PSBB) bukan tanpa kekurangan. Meski begitu, pihaknya terus berkeinginan selalu melampaui ekspektasi peserta dalam memberikan layanan. (Baca: Ridwan Kamil Sebut Klaster Secapa AD Kejadian Luar Biasa)
Menurutnya, jika peserta menemui kendala dalam mengajukan aplikasi melalui Lapak Asik, BP Jamsostek kini juga memiliki layanan One to Many sebagai solusi untuk mengakomodasi kendala yang dialami peserta tersebut.
"Kami bahkan telah membuka layanan offline di Kantor-kantor cabang dengan tetap berpedoman pada kebijakan PSBB. Layanan One to Many yang kami terapkan mampu memberikan layanan yang optimal dengan waktu yang efisien," ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/7/2020).
Dia menerangkan, layanan One to Many merupakan layanan offline di Kantor Cabang BP Jamsostek menggunakan fasilitas video yang terhubung dengan petugas pelayanan yang mampu mengakomodasi 4-6 orang peserta dalam waktu yang bersamaan. Sejak diberlakukannya protokol Lapak Asik dan layanan One to Many, kata Agus, BP Jamsostek mencatat adanya lonjakan signifikan jumlah peserta yang mendapat pelayanan.
"Jika sebelumnya pada masa-masa normal jumlah peserta yang dilayani sebanyak 8.000 orang, di era new normal pekerja yang dilayani rata-rata mencapai 15.000 orang. Bahkan, pada tanggal 2 Juli 2020, sempat mencapai lebih dari 16.800 orang per hari di seluruh Indonesia," sebut Agus.
Direktur Pelayanan BP Jamsostek, Krishna Syarif mengatakan, protokol Lapak Asik yang diberlakukan BP Jamsostek sejak awal penerapan PSBB telah membuka wawasan baru.
Direktur Utama BP Jamsostek, Agus Susanto mengatakan, protokol Lapak Asik yang diterapkan sejak awal pembatasan sosial berskala besar (PSBB) bukan tanpa kekurangan. Meski begitu, pihaknya terus berkeinginan selalu melampaui ekspektasi peserta dalam memberikan layanan. (Baca: Ridwan Kamil Sebut Klaster Secapa AD Kejadian Luar Biasa)
Menurutnya, jika peserta menemui kendala dalam mengajukan aplikasi melalui Lapak Asik, BP Jamsostek kini juga memiliki layanan One to Many sebagai solusi untuk mengakomodasi kendala yang dialami peserta tersebut.
"Kami bahkan telah membuka layanan offline di Kantor-kantor cabang dengan tetap berpedoman pada kebijakan PSBB. Layanan One to Many yang kami terapkan mampu memberikan layanan yang optimal dengan waktu yang efisien," ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/7/2020).
Dia menerangkan, layanan One to Many merupakan layanan offline di Kantor Cabang BP Jamsostek menggunakan fasilitas video yang terhubung dengan petugas pelayanan yang mampu mengakomodasi 4-6 orang peserta dalam waktu yang bersamaan. Sejak diberlakukannya protokol Lapak Asik dan layanan One to Many, kata Agus, BP Jamsostek mencatat adanya lonjakan signifikan jumlah peserta yang mendapat pelayanan.
"Jika sebelumnya pada masa-masa normal jumlah peserta yang dilayani sebanyak 8.000 orang, di era new normal pekerja yang dilayani rata-rata mencapai 15.000 orang. Bahkan, pada tanggal 2 Juli 2020, sempat mencapai lebih dari 16.800 orang per hari di seluruh Indonesia," sebut Agus.
Direktur Pelayanan BP Jamsostek, Krishna Syarif mengatakan, protokol Lapak Asik yang diberlakukan BP Jamsostek sejak awal penerapan PSBB telah membuka wawasan baru.
Lihat Juga :