Polda Sulsel Tangkap 3 Pelaku Pengiriman TKI Ilegal ke Malaysia

Jum'at, 09 Desember 2022 - 10:20 WIB
loading...
Polda Sulsel Tangkap 3 Pelaku Pengiriman TKI Ilegal ke Malaysia
Tim Resmob Ditreskrimum Polda Sulsel menangkap tiga pelaku pengiriman delapan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal ke Malaysia. Ketiga pelaku yang ditangkap yakni PS (42), MY (42), dan NER (22). Foto iNews
A A A
MAKASSAR - Tim Resmob Ditreskrimum Polda Sulsel menangkap tiga pelaku pengiriman delapan tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal ke Malaysia. Ketiga pelaku yang ditangkap yakni PS (42), MY (42), dan NER (22).



Kanit Resmob Ditreskrimum Polda Sulsel Kompol Dharma Negara mengatakan, penangkapan ketiga pelaku ini berawal dari informasi bahwa akan ada penyaluran TKI secara ilegal ke Malaysia. Baca juga: Penyalur TKW Ilegal di Bogor Sudah Berangkatkan 16 Orang ke Luar Negeri

"Dari hasil penyelidikan diketahui pelaku berjumlah 3 orang, ketiga pelaku tersebut merekrut 8 orang pekerja yang rata-rata berdomisili di Kabupaten Gowa," ujarnya dalam ketergan tertulis, Rabu (7/12/2022).

Mendapat laporan itu, kata dia, pada Selasa (6/12/2022) sekitar pukul 08.25 Wita pihaknya langsung menuju ke Jalan Naja Dg Nai Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Makassar, hingga mengamankan ketiga pelaku beserta 8 orang TKI ilegal.

Ada pun kedelapan TKI yang hendak dikirim itu adalah NRM (28), MTG (24), NRM (19), S (40), HSR (18), SLN (21), KML (21), dan SPI (23). Baca juga: Terapkan Prinsip Inclusivity & Diversity, BRI Raih Penghargaan sebagai BUMN yang Mempekerjakan Penyandang Disabilitas

Selain menangkap para pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 6 buah paspor. Saat diamankan, kata dia, pelaku dan korban mengendarai 2 mobil yang rencananya akan mengarah ke bandara. "Ketiga pelaku beserta barang bukti diamankan ke posko Sat Resmob untuk penyelidikan lebih lanjut," katanya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kata dia, MY dan NER mengaku bertugas merekrut pekerja yang akan dipekerjakan di Malaysia.
"MY mematok tarif sebesar Rp9 juta per kepala untuk orang dewasa dan Rp3 juta untuk anak," jelasnya.

Uang tersebut, lanjutnya, digunakan MY untuk administrasi berupa pembuatan paspor dan bekerja sama dengan PS. Sementara PS, bertugas untuk memfasilitasi para TKI agar diterima bekerja di perusahaan kelapa sawit di Malaysia.

Selain itu, kata dia, MY dan PS mengaku bahwa dirinya merupakaan mandor di perusahaan kelapa sawit di Negara Malaysia dan setiap 1 bulan sekali pulang ke Indonesia.
(don)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2668 seconds (11.97#12.26)