Kecam Aksi Bullying di SMP Baiturrahman Bandung, KPAI Dukung Polisi Amankan Pelaku 

Minggu, 20 November 2022 - 07:04 WIB
loading...
Kecam Aksi Bullying di SMP Baiturrahman Bandung, KPAI Dukung Polisi Amankan Pelaku 
ilustrasi
A A A
BANDUNG - Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI ) mengecam aksi perundungan atau bullying yang terjadi di SMP Plus Baiturrahman, Kota Bandung.

Komisioner KPAI,Retno Listyarti menyatakan,KPAI mengecam segala bentuk kekerasan di satuan pendidikan yang dilakukan oleh siapapun baik oleh pendidik, tenaga kependidikan maupun sesama peserta didik.

Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Lembaga pendidikan juga harus menyemai nilai-nilai demokrasi dan penghargaan atas hak asasi manusia dan anti perundungan.

"Bahkan, KPAI mendorong segala bentuk kekerasan atas nama mendisiplinkan seharusnya tidak boleh dilakukan di lingkungan pendidikan," tegas Retno dalam keterangan resminya, Sabtu (19/11/2022).

Baca juga: Polisi Amankan Terduga Pelaku Bullying di SMP Plus Baiturrahman Bandung

Oleh karenanya, lanjut Retno, KPAI mendukung pihak kepolisian yang sudah mengamankan terduga pelaku. KPAI juga menghormati kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap para terduga pelaku atas kejadian kekerasan di sekolah tersebut.

"KPAI mengingatkan polisi untuk menggunakan UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) yang dikenakan pada anak pelaku," katanya.

Lebih lanjut Retno mengatakan, KPAI mendorong keadilan bagi korban untuk mendapatkan rehabilitasi fisik akibat luka luar maupun luka dalam, terutama pada bagian kepala anak korban.

"Selain itu, korban juga harus mendapatkan rehabilitasi psikis akibat peristiwa kekerasan yang dialaminya. Semua ini harus dilakukan oleh pemerintah daerah, yaitu Dinas PPPA dan P2TP2A serta Dinas Kesehatan setempat," benernya.

Tidak hanya itu, KPAI juga mendorong Dinas Pendidikan Kota Bandung untuk melakukan pemeriksaan atau BAP kepada manajemen sekolah dan guru kelas mengingat kejadian terjadi saat jam pelajaran berlangsung dan tidak ada guru di kelas.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2331 seconds (10.55#12.26)