Misteri Terbunuhnya Rombongan Pengantin Kerajaan Sunda di Tangan Pasukan Majapahit saat Perang Bubat

Senin, 14 November 2022 - 04:25 WIB
loading...
Misteri Terbunuhnya Rombongan Pengantin Kerajaan Sunda di Tangan Pasukan Majapahit saat Perang Bubat
Misteri Perang Bubat yang terjadi menjelang pernikahan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dengan puteri Kerajaan Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi. Foto/Ilustrasi/Ist.
A A A
Pasukan Majapahit di bawah komando Mahapatih Gajah Mada, mampu menghancurkan pasukan Kerajaan Sunda, dalam Perang Bubat. Pasukan Kerajaan Sunda, yang datang ke Majapahit bukan untuk perang, harus menghadapi pertempuran sengit saat mengantarkan calon pengantin.

Baca juga: Perang Bubat, Tragedi Berdarah dan Harga Diri Orang Sunda

Kemenangan pasukan Majapahit tersebut, ternyata juga harus dibayar mahal. Putri Kerajaan Sunda, Dyah Pitaloka Citraresmi memilih tidak menikah dengan Raja Majapahit, Hayam Wuruk, dan nekat bunuh diri setelah melihat ayahnya serta seluruh rombongan Kerajaan Sunda gugur dalam Perang Bubat.



Jauh sebelum Raja Sunda, Maharaja Linggabuana Wisesa, bersama permaisuri, dan beberapa pejabat istana berangkat ke Majapahit, untuk mengantarkan Dyah Pitaloka Citraresmi, sekaligus melangsungkan pesta pernikahan di ibu kota Majapahit. Sudah muncul pertanda buruk.

Baca juga: Anak Petani Gagal Masuk Polwan dan Diganti Keponakan Perwira Polisi, Ini Sikap Mabes Polri

Pertanda buruk itu muncul saat rombongan kecil Kerajaan Sunda hendak berangkat ke Majapahit. Rombongan itu dihadapkan dengan peristiwa yang sangat aneh. Air laut tempat kapal-kapal mereka bersandar untuk menuju ibu kota Majapahit, tiba-tiba berubah warna menjadi merah darah.

Pertanda buruk itu tak dihiraukan oleh Maharaja Linggabuana Wisesa, dan rombongannya. Mereka tetap berangkat menuju Majapahit, dengan penuh misteri. Tidak terlalu banyak pasukan yang mengiringi perjalanan Maharaja Linggabuana Wisesa ke Majapahit.

Perjalanan jauh akan mereka tempuh dari Galuh, menuju ibu kota Majapahit di Trowulan. Ratusan rakyat Galuh, mengantarkan sang putri beserta raja dan punggawa menuju pantai. Mereka semua menyaksikan misteri air laut yang berubah warna menjadi merah darah itu.

Dikutip dari buku "Perang Bubat 1279 Saka: Membongkar Fakta Kerajaan Sunda Vs Kerajaan Majapahit" tulisan Sri Wintala Achmad, rombongan ini berangkat di hari yang ditentukan ke Majapahit.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1919 seconds (10.177#12.26)