Ketua Gugus Tugas Papua UGM Beri Apresiasi dan Dukung Bang JO Berdayakan Mama Papua
Sabtu, 15 Oktober 2022 - 15:45 WIB
loading...
Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI J.O. Sembiring menyerahkan bantuan saat pelatihan bagi mama-mama Papua. Foto/Ist
A
A
A
YOGYAKARTA - Ketua Gugus Tugas Papua Universitas Gadjah Mada (UGM) Gabriel Lele mendukung Korem 172/PWY di Distrik Abepura yang melakukan pemberdayaan ekonomi dan pendampingan usaha mama Papua.
Kegiatan yang diinisiasi Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI J.O. Sembiring yang kerap disapa Bang Jo ini bertujuan agar usaha mama-mama Papua bisa lebih berkembang dan lebih maju dari sebelumnya.
Baca juga: Siswa SMP 1 Sentani Bisa Sekolah Lagi, Jenderal Kopassus JO Sembiring Pimpin Upacara Bendera
"Ini bisa dijadikan model pendekatan TNI-Polri untuk ikut mentransformasi peran dan wajah aparat yang lebih bersahabat dan melayani," kata Gabriel dalam pernyataannya dikutip Sabtu (15/10/2022).
Untuk konteks Papua, sambung Gabriel, pendekatan ini sangat penting mengingat adanya tingkat distrust yang tinggi terhadap aparat.
"Mama-mama Papua butuh peningkatan keterampilan, modal usaha, juga kesempatan usaha. Kalau harus bersaing dengan pelaku usaha luar jelas tidak mampu," katanya.
"Karenanya butuh pendampingan yang terus menerus. Yang paling penting adalah mengubah etos atau budaya kerja. Dengan memiliki usaha sendiri, minimal mama-mama Papua bisa menopang kebutuhan sehari-hari," tambahnya.
Baca juga: Jenderal Kopassus Ini Pastikan Anggota Korem 172/PWY Tak Terlibat Pelarian Bupati Mamberamo Tengah
Kegiatan yang diinisiasi Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI J.O. Sembiring yang kerap disapa Bang Jo ini bertujuan agar usaha mama-mama Papua bisa lebih berkembang dan lebih maju dari sebelumnya.
Baca juga: Siswa SMP 1 Sentani Bisa Sekolah Lagi, Jenderal Kopassus JO Sembiring Pimpin Upacara Bendera
"Ini bisa dijadikan model pendekatan TNI-Polri untuk ikut mentransformasi peran dan wajah aparat yang lebih bersahabat dan melayani," kata Gabriel dalam pernyataannya dikutip Sabtu (15/10/2022).
Untuk konteks Papua, sambung Gabriel, pendekatan ini sangat penting mengingat adanya tingkat distrust yang tinggi terhadap aparat.
"Mama-mama Papua butuh peningkatan keterampilan, modal usaha, juga kesempatan usaha. Kalau harus bersaing dengan pelaku usaha luar jelas tidak mampu," katanya.
"Karenanya butuh pendampingan yang terus menerus. Yang paling penting adalah mengubah etos atau budaya kerja. Dengan memiliki usaha sendiri, minimal mama-mama Papua bisa menopang kebutuhan sehari-hari," tambahnya.
Baca juga: Jenderal Kopassus Ini Pastikan Anggota Korem 172/PWY Tak Terlibat Pelarian Bupati Mamberamo Tengah
Lihat Juga :