Wanita-Wanita Disekeliling Amangkurat I Raja Mataram Islam

Kamis, 29 September 2022 - 05:05 WIB
loading...
Wanita-Wanita Disekeliling...
Lukisan Amangkurat I. Foto: Istimewa
A A A
AMANGKURAT I merupakan Raja Mataram Islam ke-4. Dia menggantikan ayahnya Sultan Agung Hanyokrokusumo, menjadi Raja Mataram Islam, pada 1646. Nama aslinya adalah Raden Mas Sayidin.

Gelarnya adalah Amangkurat Senapati Ing Alaga Ngabdur Rahman Sayidin Panatagama. Namun, dia lebih dikenal sebagai Amangkurat I. Ibunya bernama Ratu Wetan, putri keluarga Kajoran.

Ratu Wetan juga memiliki seorang putra bernama Raden Mas Drajat yang kemudian diberi gelar Pakubuwono I.

Baca juga: Konspirasi Amangkurat I, Izinkan Belanda Bangun Benteng di Mataram Picu Pemberontakan

Naiknya Amangkurat I menjadi Raja Mataram Islam menimbulkan polemik sejak awal. Sebab, yang harusnya naik menjadi Raja Mataram Islam menggantikan Sultan Agung adalah putra mahkota Raden Mas Syahwawrat.

Raden Mas Syahwawrat adalah putra pertama Sultan Agung dari istri pertamanya Ratu Kulon. Akan tetapi, Ratu Wetan berhasil menyingkirkan Ratu Kulon, sehingga dirinya menjadi ratu utama dari Kerajaan Mataram Islam.

Sebelum menyandang gelar Amangkurat I, saat masih Adipati Anom, Raden Mas Sayidin pernah ketahuan bermain serong dengan permaisuri Tumenggung Wiraguna, patih Kerajaan Mataram Islam masa Sultan Agung.

Baca: Kisah Kekejaman Raja Amangkurat I Bunuh 6.000 Ulama, Termasuk Adik dan Ayah Mertuanya

Akibat perbuatannya itu, Amangkurat I dihukum 3 tahun tidak boleh bertemu muka dengan ayahnya tersebut.

Amangkurat I memiliki dua orang permaisuri. Yang pertama adalah putri Pangeran Pekik dari Surabaya yang menjadi Ratu Kulon. Dari pernikahannya itu, Amangkurat I memiliki putra bernama Mas Rahmat (Amangkurat II).

Sedangkan permaisurinya yang kedua, adalah putri kerajaan Kajoran yang menjadi Ratu Wetan dan melahirkan Raden Mas Drajat atau Pangeran Puger (Pakubuwana II), Arya Mataram.

Baca: Kebengisan Amangkurat II Eksekusi Mati Trunojoyo: Kepala Dipenggal, Diinjak, Ditumbuk

Selain kedua permaisurinya itu, Susuhunan Amangkurat I juga memiliki ribuan wanita lainnya yang ditempatkan di dalam kerajaan sebagai abdi dalem, gadis plara-lara, selir, hingga permaisuri dan prajurit pengawal.

Amangkurat I juga memiliki pelindung prajurit khusus wanita yang terdiri 30 wanita cantik bernama Trinisat Kenya.

Terhadap seluruh wanita-wanita di dalam istana Kerajaan Mataram Islam itu, Amangkurat I selalu mendapatkan pelayanan istimewa. Dia sangat menyukai kenikmatan duniawi. Namun, wanita-wanita itu tidak membuatnya puas.

Baca: Gempa yang Melanda Majapahit Saksi Naiknya Gajah Mada Jadi Patih Amangkurat Bumi

Dalam Babad Tanah Jawi dan Serat Kandha, diceritakan bahwa Amangkurat I minta dicarikan wanita cantik. Titah Raja ini, kemudian diusahakan oleh Pengeran Blitar yang menyerahkan Nyi Truntum.

Tetapi Nyi Truntum sudah memiliki suami, yakni Ki Dalem, seorang dalang Wayang Gelok. Bahkan, saat dipertemukan itu, Nyi Truntum sedang hamil dua bulan. Namun, Susuhunan Amangkurat I tidak perduli dengan itu semua.

Dia lalu menjadikan Nyi Truntum sebagai istrinya dan diberi gelar Ratu Wetan. Amangkurat I sangat cinta terhadap Ratu Wetan, sehingga melupakan istir-istrinya yang lain. Hal ini kontan menimbulkan kecemburuan istri-istrinya.

Baca: Kisah Cinta Terlarang Amangkurat 1 dengan Ratu Malang dan Dikurungnya 60 Dayang

Maka itu, Ratu Wetan mendapat julukan Ratu Malang yang berarti menghalangi istri lainnya. Setelah Ratu Malang melahirkan, cinta Amangkurat I terhadapnya bukannya surut, tetapi malah semakin dalam.

Mencintai saja ternyata tidak cukup bagi Amangkurat I. Tidak puas hanya merampas istri orang, dia memerintahkan untuk membunuh suami Nyi Truntum. Hal ini membuat Nyi Truntum sangat sedih, lalu jatuh sakit dan meninggal.

Karena ditandai dengan gejala muntah-muntah dan buang kotoran encer, Amangkurat I menduga Ratu Malang diracun oleh istri dan selir-selirnya yang lain. Jenazahnya lalu disukabumikan di Gunung Kelir, Pleret, Bantul, Jogja.

Baca: Tragedi Raden Ayu Lembah dan Jatuhnya Kekuasaan Amangkurat III di Kartasura

Amangkurat I sangat sedih dengan kematian Ratu Wetan. Dia melarang siapapun menutup kuburnya. Siang malam, dia menunggu liang lahat dengan jenazah Ratu Wetan di dalamnya. Dia tidak mempedulikan keratonnya lagi.

Suatu malam, dia bermimpi bahwa Nyi Truntum sudah menemui suaminya yang tewas dibunuh. Setelah itu, dia baru mau kembali ke keraton. Sementara jenazah Ratu Wetan sudah membusuk di liang lahat.

Kisah cinta Amangkurat I lainnya adalah dengan Roro Hoyi, putri Surabaya yang dipelihara dan dipingit Susuhunan Amangkurat I sejak kecil untuk dijadikan selirnya setelah dia dewasa.

Baca: Hancurkan Pemberontakan Trunojoyo terhadap Mataram, Amangkurat II Serahkan Pesisir Jawa ke VOC Belanda

Tetapi setelah Roro Hoyi dewasa, Mas Rahmat (Amangkurat II) jatuh cinta kepadanya. Mereka pun berpacaran dan menjalin kasih. Setelah tahu Roro Hoyi adalah calon istri ayahnya, Raden Rahmat sangat sedih dan jatuh sakit.

Saat mengetahui Raden Rahmat jatuh sakit, Pangeran Pekik membawa Roro Hoyi kepada Raden Rahmat, dengan dugaan Amangkurat I akan mengalah kepada anaknya. Namun, setelah diberi tahu malah sebaliknya.

Melalui sidang luar biasa, Amangkurat I menjatuhkan hukuman mati kepada Pangeran Pekik, Raden Rahmat dan Roro Hoyi, karena telah berani mengambil calon istri raja. Tetapi akhirnya Raden Rahmat diampuni.

Baca: Kisah Mistis Sultan Agung Menikah dengan Ratu Kidul demi Kekuasaan Mataram Islam

Namun, syarat yang harus dibayar sangat mahal. Dia harus membunuh Roro Hoyi. Tetapi karena cintanya terhadap Roro Hoyi sangat dalam, Raden Rahmat tidak tega untuk membunuh cintanya tersebut.

Roro Hoyi lalu menubruk keris yang dibawa Raden Rahmat, hingga menembus tubuhnya dan meninggal dunia. Jenazahnya lalu dimakamkan di Dusun Banyusumurup, Kelurahan Girirejo, Imogiri, Bantul, Yogyakarta.

Sampai di sini ulasan singkat Cerita Pagi tentang Wanita-wanita Disekeliling Amangkurat I Raja Mataram Islam diakhiri. Semoga bermanfaat.

Sumber tulisan:
1. V. Wiranata Sujarweni, Menelusuri Jejak Mataram Islam di Yogyakarta, Anak Hebat Indonesia, 2017.
2. Soedjipto Abimanyu, Kitab Terlengkap Sejarah Mataram, Saufa, 2015.
(san)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Pangeran Sambernyawa...
Pangeran Sambernyawa Pimpin Pasukannya dengan Semboyan Tiji Tibeh, Bikin Belanda Kocar-kacir
Kisah Strategi Cerdik...
Kisah Strategi Cerdik Panembahan Senopati Bikin Pasukan Pajang Kabur dari Mataram
Rebutan Takhta hingga...
Rebutan Takhta hingga Wanita Jadi Penyebab Pemberontakan Berdarah Era Kalingga dan Mataram
Janji Politik Raja Mataram...
Janji Politik Raja Mataram Bangun Tempat Penyeberangan di Tepi Sungai Bengawan Solo
Jejak Airlangga pada...
Jejak Airlangga pada Pendirian Kerajaan Jenggala dan Kediri
Kisah Mistik Sultan...
Kisah Mistik Sultan Agung Taklukkan Mekkah
Kisah Nyimas Utari,...
Kisah Nyimas Utari, Mata-Mata Pembunuh Jenderal VOC
Sejarah Nasi Uduk, Berawal...
Sejarah Nasi Uduk, Berawal dari Kegemaran Sultan Agung Mataram Menyantap Nasi Arab
Rekomendasi
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
BAIC Pasang Strategi...
BAIC Pasang Strategi Agresif di Indonesia, DP 10%, Potongan Rp50 Juta
Berita Terkini
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
Infografis
Geser Taylor Swift,...
Geser Taylor Swift, Lucy Guo Jadi Wanita Terkaya Termuda di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved