Kisah Ki Ageng Pamanahan Bangun Permukiman Kerajaan Mataram di Hutan Mentaok
Kamis, 17 Oktober 2024 - 06:01 WIB
loading...
Ki Ageng Pamanahan mendapat mendapat hadiah tanah di Alas atau Hutan Mentaok dan membangunnya menjadi permukiman yang berkembang menjadi Kerajaan Mataram. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A
A
A
KIAgeng Pamanahan mendapat mendapat hadiah tanah di Alas atau Hutan Mentaok dan membangunnya menjadi permukiman. Lokasi tersebut kemudian berkembang dan menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Mataram.
Sedangkan Ki Penjawi mendapat hadiah tanah di Pati dari Raja Pajang Sultan Hadiwijaya. Keduanya bersama Sutawijaya, yang dikenal sebagai Panembahan Senopati mengalahkan penguasa Jipang, Arya Penangsang.
Baca juga: Kemegahan Keraton Kerajaan Mataram Islam di Plered dengan Gerbang Tiga Lapis
Mengenai suasana di awal-awal berdirinya tanah Mataram Babad Tanah Djawi mengisahkan bagaimana Ki Ageng Mataram membabat alas atau membuka hutan dan memulai kehidupan baru di permukiman Mataram. Konon kampung baru bernama Mataram ini cukup indah.
Pada suatu hari yang telah ditentukan, atas perintah Pamanahan, penduduk mulai membersihkan hutan dan membangun sebuah dalem. Jalan-jalan ditanami dengan pohon buah-buahan. Pembangunan ini ber- langsung pada 1591 masehi.
De Graaf pada bukunya "Puncak Kekuasaan Mataram: Politik Ekspansi Sultan Agung", mengisahkan bagaimana alam Mataram yang kaya raya.
Sedangkan Ki Penjawi mendapat hadiah tanah di Pati dari Raja Pajang Sultan Hadiwijaya. Keduanya bersama Sutawijaya, yang dikenal sebagai Panembahan Senopati mengalahkan penguasa Jipang, Arya Penangsang.
Baca juga: Kemegahan Keraton Kerajaan Mataram Islam di Plered dengan Gerbang Tiga Lapis
Mengenai suasana di awal-awal berdirinya tanah Mataram Babad Tanah Djawi mengisahkan bagaimana Ki Ageng Mataram membabat alas atau membuka hutan dan memulai kehidupan baru di permukiman Mataram. Konon kampung baru bernama Mataram ini cukup indah.
Pada suatu hari yang telah ditentukan, atas perintah Pamanahan, penduduk mulai membersihkan hutan dan membangun sebuah dalem. Jalan-jalan ditanami dengan pohon buah-buahan. Pembangunan ini ber- langsung pada 1591 masehi.
De Graaf pada bukunya "Puncak Kekuasaan Mataram: Politik Ekspansi Sultan Agung", mengisahkan bagaimana alam Mataram yang kaya raya.
Lihat Juga :