Kisah Sultan Amangkurat I Bangun Istana Mataram Bersamaan dengan Pemberontakan Pangeran Alit
Senin, 28 Oktober 2024 - 06:04 WIB
loading...
ISTANA baru Kerajaan Mataram semasa Sultan Amangkurat I berkuasa dibangun bersamaan dengan pemberontakan yang dilakukan oleh adik tiri Sultan, Pangeran Alit. Foto/Ilustrasi/Ist
A
A
A
ISTANA baru Kerajaan Mataram semasa Sultan Amangkurat I berkuasa dibangun bersamaan dengan terjadinya pemberontakan yang dilakukan oleh adik tiri Sultan, Pangeran Alit.
Konon pemberontakan inu sejak awal sudah direncanakan ketika proses pembangunan istana Mataram. Saat itu Pangeran Alit merencanakan pemberontakan ketika malam hari agar tidak ketahuan orang-orang lain.
Baca juga: Kisah Kekejaman Raja Amangkurat I Bunuh 6.000 Ulama, Termasuk Adik dan Ayah Mertuanya
Di usianya yang masih muda yakni 19 tahun, Pangeran Alit mengadakan serangan mendadak ke Alun-Alun Selatan Mataram.
Didukung Tumenggung Danupaya dan Tumenggung Pasisingan, aksi ini tidak lagi mau ditunda. Dikutip dari buku"Disintegrasi Mataram: Dibawah Mangkurat I" dari H.J. De Graaf, konon mengisahkan beberapa lurah menyokongnya, sehingga Pangeran Alit akhirnya memberikan persetujuan pula untuk melakukan serangan.
Tumenggung Pasisingan menentukan bahwa serangan akan dilakukan malam hari sewaktu para pekerja paksa sedang kembali pulang.
Konon pemberontakan inu sejak awal sudah direncanakan ketika proses pembangunan istana Mataram. Saat itu Pangeran Alit merencanakan pemberontakan ketika malam hari agar tidak ketahuan orang-orang lain.
Baca juga: Kisah Kekejaman Raja Amangkurat I Bunuh 6.000 Ulama, Termasuk Adik dan Ayah Mertuanya
Di usianya yang masih muda yakni 19 tahun, Pangeran Alit mengadakan serangan mendadak ke Alun-Alun Selatan Mataram.
Didukung Tumenggung Danupaya dan Tumenggung Pasisingan, aksi ini tidak lagi mau ditunda. Dikutip dari buku"Disintegrasi Mataram: Dibawah Mangkurat I" dari H.J. De Graaf, konon mengisahkan beberapa lurah menyokongnya, sehingga Pangeran Alit akhirnya memberikan persetujuan pula untuk melakukan serangan.
Tumenggung Pasisingan menentukan bahwa serangan akan dilakukan malam hari sewaktu para pekerja paksa sedang kembali pulang.
Lihat Juga :