Tim Gabungan Polres Ponorogo dan Polda Sumsel Bongkar Makam Santri Gontor

Kamis, 08 September 2022 - 13:34 WIB
loading...
Tim Gabungan Polres Ponorogo dan Polda Sumsel Bongkar Makam Santri Gontor
Tim gabungan dari Polres Ponorogo, dan Polda Sumsel, melakukan pembongkaran makam santri Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor. Foto/iNews TV/Era Neizma Wedya
A A A
PALEMBANG - Makam santri Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Kabupaten Ponorogo, Albar Mahdi (17) dibongkar oleh tim gabungan dari Polres Ponorogo, dan Polda Sumsel. Pembongkaran makam ini dilakukan, untuk kepentingan autopsi jenazah santri yang diduga menjadi korban penganiayaan.

Baca juga: Selidiki Dugaan Penganiayaan Santri di Pondok Gontor, Polisi Gelar Olah TKP

Petugas gabungan, langsung bekerja di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sei Selayur, di Jalan Mayor Zen, Lorong Cendana, Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang, Kamis (8/9/2022). Dikawasan makam almarhum Albar Mahdi, sudah terpasang garis polisi dan dijaga ketat.



Kapolsek Kalidoni, AKP Dwi Angga Cesario mengatakan, proses autopsi dilaksanakan oleh tim gabungan dari Polda Sumsel dan Polres Ponorogo. "Lokasi autopsi juga sudah disterilisasi sejak pagi," ujar Dwi.

Baca juga: Kisah Mataram Dilanda Gelombang Pemberontakan, Usai Panembahan Senopati Mangkat

Sementara Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Nikolas Bagas Yudhi Kurnia mengaku sudah tiba di Kota Palembang, pada Rabu (7/9/2022). "Sesampainya di Palembang. kita langsung berkoordinasi dengan keluarga korban, khususnya orang tua korban, Soimah bersama pengacaranya, Titis Rachmawati," jelasnya.

Dari koordinasi dengan pihak keluarga, Nikolas mengatakan, keluarga menyetujui untuk melakukan autopsi, sehingga bisa dilakukan autopsi dari Polres Ponorogo, bersama tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan Palembang.

Baca juga: Gelar Razia Khusus, Polres Bolaang Mongondow Sita Ribuan Lites Miras Cap Tikus

"Kita akan melakukan autopsi secara tertutup yang hanya melibatkan penyidik, forensik hingga pihak keluarga yang akan menyaksikan pembongkaran, hingga autopsi yang dilakukan," jelasnya.

Dijelaskan Nikolas, usai dilakukan proses autopsi terhadap jenazah almarhum, nantinya akan dilakukan gelar perkara mengenai kasus dugaan penganiayaan santri tersebut di Polres Ponorogo.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2275 seconds (11.252#12.26)