Viral! Santri Ponpes Ternama di Ponorogo Tewas, Ibu Menangis dan Mengadu ke Hotman Paris

Senin, 05 September 2022 - 03:01 WIB
loading...
Viral! Santri Ponpes Ternama di Ponorogo Tewas, Ibu Menangis dan Mengadu ke Hotman Paris
Unggahan video di akun Instagram pengacara kondang Hotman Paris, mengungkap kematian seorang santri di Ponorogo, yang diduga akibat penganiayaan. Foto/iNews TV/Ahmad Subekhi
A A A
PONOROGO - Tangisan seorang ibu di Kota Palembang, pecah di hadapan pengacara kondang Hotman Paris. Dia melaporkan, anaknya yang sedang menjadi santri di pondok pesantren (Ponpes) ternama di Kabupaten Ponorogo, tewas diduga akibat penganiayaan.

Baca juga: Gadis Belia di Cianjur Dianiaya dan Nyaris Diperkosa Saudaranya

Menerima laporan dari ibu tersebut, Hotman Paris langsung mencolek Kapolda Jatim, melalui akun Intagramnya. "Halo Pak Kapolda Jatim. Ini ada ibu yang anaknya meninggal, diduga akibat penganiayaan," ujar pengacara yang dikenal glamor tersebut.



Video unggahan Hotman Paris, terkait tewasnya santri yang diduga akibat penganiayaan ini, langsung viral. Penyidik polisi pun, akhirnya turun tangan dan menyelidiki kasus tewasnya santri yang diduga akibat penganiayaan itu.

Baca juga: Memilukan! Adopsi Anak Hasil Hubungan Gelap Oknum Polisi, Pasutri di Luwu Timur Jadi Tersangka

Santri yag diduga mengalami penganiayaan hingga tewas tersebut, diketahui bernama Albar Mahdi. Dia merupakan santri kelas lima, atau setara dengan kelas 11 SMA. Korban tercatat sebagai santri di Ponpes Gontor I Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo.

Viral! Santri Ponpes Ternama di Ponorogo Tewas, Ibu Menangis dan Mengadu ke Hotman Paris


Korban tewas tersebut, dipulangkan ke orang tuanya di Palembang, dan telah dimakamkan pada 22 Agustus 2022. Kasus tewasnya santri yang diduga menjadi korban penganiayaan ini, baru mencuat setelah ibu korban, Siti Soimah mengadu ke pengacara Hotman Paris.

Baca juga: Ditangkap Suami saat Bersetubuh dengan Anak Kades, Begini Pengakuan Ibu Muda Bhayangkari

Kapolres Ponorogo, AKBP Catur Cahyono mengatakan, dari hasil penyelidikan kasus tewasnya santri tersebut belum dilaporkan ke kepolisian, baik oleh pihak ponpes maupun keluarga korban. "Pastinya kami akan melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan penganiayaan ini, yang menyebabkan korbannya meninggal," tuturnya.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2257 seconds (11.252#12.26)