Inflasi di Sumsel pada Juli Alami Kenaikan, Harga Cabai dan Bawang Pemicu Utama
Rabu, 31 Agustus 2022 - 15:40 WIB
loading...
Angka inflasi Sumatera Selatan (Sumsel) pada bulan Juli 2022 mengalami kenaikan. Jika pada Juni 2022 mencapai 5,40 persen, pada Juli 2022 mengalami kenaikan menjadi 6,26 persen. Foto SINDOnews
A
A
A
PALEMBANG - Angka inflasi Sumatera Selatan (Sumsel) pada bulan Juli 2022 mengalami kenaikan. Jika pada Juni 2022 mencapai 5,40 persen, pada Juli 2022 mengalami kenaikan menjadi 6,26 persen. Angka tersebut melebihi rata-rata nasional yang hanya sekitar 4,94 persen. Ini terjadi karena pengaruh dari sektor bahan makanan dan energi.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Margo Yuwono mengatakan, kenaikan harga dua sektor tersebut patut diwaspadai untuk menekan angka inflasi.Baca juga: Sukses dengan Beras, Pemerintah Akan Bikin Skema Pencadangan Jagung dan Kedelai
Secara yoy (year on year), kata Margo, kontribusi sektor bahan makanan berpengaruh 10,88 persen terhadap inflasi, sementara untuk energi 5,02 persen. "Artinya bagaimana pemerintah seharusnya bisa mengendalikan harga di dua sektor ini," katanya, Rabu (31/8/2022).
Menurutnya, jenis bahan makanan yang mempengaruhi inflasi yakni cabai merah dan bawang merah. Lalu, disusul tarif angkutan udara, bahan bakar rumah tangga atau elpiji 3 kg dan bahan bakar minyak. Kenaikan harga lima komoditas tersebut sangat besar mempengaruhi angka inflasi.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Margo Yuwono mengatakan, kenaikan harga dua sektor tersebut patut diwaspadai untuk menekan angka inflasi.Baca juga: Sukses dengan Beras, Pemerintah Akan Bikin Skema Pencadangan Jagung dan Kedelai
Secara yoy (year on year), kata Margo, kontribusi sektor bahan makanan berpengaruh 10,88 persen terhadap inflasi, sementara untuk energi 5,02 persen. "Artinya bagaimana pemerintah seharusnya bisa mengendalikan harga di dua sektor ini," katanya, Rabu (31/8/2022).
Menurutnya, jenis bahan makanan yang mempengaruhi inflasi yakni cabai merah dan bawang merah. Lalu, disusul tarif angkutan udara, bahan bakar rumah tangga atau elpiji 3 kg dan bahan bakar minyak. Kenaikan harga lima komoditas tersebut sangat besar mempengaruhi angka inflasi.
Lihat Juga :