Tersangka Auditor BPK Tepis Ada Pengondisian WTP dengan Ade Yasin

Rabu, 24 Agustus 2022 - 18:58 WIB
loading...
Tersangka Auditor BPK Tepis Ada Pengondisian WTP dengan Ade Yasin
Tersangka auditor BPK, Anthon Merdiansyah menepis tudingan pengondisian opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dengan terdakwa Bupati nonaktif Bogor, Ade Yasin. Foto/Ist
A A A
BANDUNG - Tersangka auditor BPK, Anthon Merdiansyah menepis tudingan adanya pengondisian opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dengan terdakwa Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin saat menjadi saksi Jaksa KPK dalam sidang dugaan suap di Pengadilan Tipikor Bandung, Jawa Barat, Rabu (24/8/2022).

Dia mengaku kepada majelis hakim yang diketuai Hera Kartiningsih bahwa sempat bertemu dengan Ade Yasin pada Oktober 2021. Namun bukan dalam rangka pengkondisian WTP, melainkan mengenai hal lain.

Baca juga: Ihsan Ayatullah Sebut Beri Uang karena Diminta Auditor BPK

"Waktu itu momen Bu Ade berduka, suaminya Bu Ade meninggal dunia. Saya sekaligus menyampaikan duka cita, silaturahmi sifatnya. (Pembahasannya) terkait omnibuslaw, penanganan COVID-19, sifatnya umum-umum saja," ujarnya dalam persidangan.

Anthon yang merupakan penanggung jawab tim pemeriksaan BPK RI Perwakilan Jawa Barat di Pemkab Bogor menyebutkan bahwa tidak pernah secara langsung menerima uang dari pegawai pemkab ataupun bupati.

Dia mengaku hanya menerima Rp25 juta secara bertahap dari anak buahnya yang melaksanakan pemeriksaan. Jumlah tersebut hanya sebagian kecil dari yang diterima oleh dua anak buahnya, yakni Gerri Ginanjar Trie Rahmatullah senilai Rp195 juta, dan Hendra Nur Rahmatullah Kartiwa senilai Rp230 juta.

Sementara, auditor BPK, Gerri Ginanjar Trie Rahmatullah mengaku sudah menyiapkan uang senilai Rp350 juta hasil pemberian dari pegawai Pemkab Bogor, tapi batal diserahkan.

Baca juga: Ibu dan Anak Gadisnya Dibunuh dan Dilucuti Tanpa Busana di Subang, Pelaku selama 1 Tahun Masih Berkeliaran

Gerri menyebutkan bahwa pemberian uang tersebut bukan dalam rangka pengondisian WTP untuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Bogor tahun anggaran 2021, melainkan sebagai uang lelah.

"Tidak ada pembicaraan sebelum pemeriksaan, semua berlangsung spontanitas dan apa adanya. Jadi apa adanya," kata Gerri.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1911 seconds (11.210#12.26)