Proyek Tanjung Carat Tak Dibiayai Pemerintah Pusat, Pemprov Sumsel Diminta Cari Investor

Rabu, 03 Agustus 2022 - 03:17 WIB
loading...
Proyek Tanjung Carat Tak Dibiayai Pemerintah Pusat, Pemprov Sumsel Diminta Cari Investor
Skema pembangunan Pelabuhan Samudera Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami perubahan. (Ist)
A A A
PALEMBANG - Skema pembangunan Pelabuhan Samudera Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami perubahan.

Asisten II Pemprov Sumsel, Darma Budhy mengatakan, bahwa pembangunan pelabuhan baru tak lagi menggunakan skema pembiayaan dari pemerintah pusat, yakni Kemenhub dan Pelindo. Kini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dibebankan pembiayaan proyek pembangunan dari dana investor.

Menurutnya, jika menggunakan skema lama, Pemprov Sumsel hanya menyiapkan tempat untuk pelabuhan. Namun rencananya itu berubah dan membuat Pemprov Sumsel proaktif menggaet investor.

"Skenario berubah, pemerintah inginkan investor yang melakukan pembangunan dermaga pelabuhan. Sehingga, Pemprov Sumsel pun harus mencari investor yang mau melakukan pembangunan," ujar Darma Budhy, Selasa (2/8/2022).

Dijelaskannya, sebagian lahan yang dicanangkan untuk pelabuhan Tanjung Carat merupakan kawasan hutan lindung. Namun, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah mengeluarkan izin peralihan status dari hutan lindung menjadi hutan dengan hak pengolahan (HPL).

"Masalah perubahan status hutannya sudah selesai, tinggal pengukuran tapal batas hutan yang masih dikaji KLHK untuk dibawa ke Kementerian Keuangan," jelasnya.

Baca: Pabrik Mebel di Pasuruan Terbakar, Buruh Panik Berhamburan Selamatkan Diri.

Darma Budhy menambahkan, alih fungsi kawasan hutan berada di tiga titik, yakni titik pertama seluas 44 hektare (Ha). Titik kedua 40 Ha, dan terakhir seluas 10 Ha. Sedangkan tanah milik Pemprov Sumsel mencapai luas 67 Ha.

Baca Juga: Keren! Ini Penampakan Jembatan Apung Terpanjang di Indonesia di Atas Waduk Cirata.

Jika seluruh proses perizinan di tingkat pusat rampung, lanjutnya, Pemprov Sumsel akan melakukan Ground Breaking proyek agar keran investasi bisa dibuka.

"Saat ini investor yang ingin membangun usaha masih melihat, menunggu kesiapannya, baru mereka bisa masuk. Masih melihat prospeknya. Ada yang dari lokal, Jakarta, Malaysia, dan negara lain," pungkasnya.
(nag)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1718 seconds (10.101#12.26)