Ahli ITB Angkat Bicara Penanganan Polusi Udara Indonesia Terus Memburuk

Selasa, 02 Agustus 2022 - 16:15 WIB
loading...
Ahli ITB Angkat Bicara...
Ahli ITB angkat bicara mengenai penanganan polusi udara yang terus memburuk.Foto/ilustrasi
A A A
BANDUNG - Ahli ITB angkat bicara terkait buruknya udara di Indonesia akibat kebakaran hutan yang terus memburuk. Kondisi udara yang terus memburuk bisa membahayakan manusia.

Dosen peneliti di Kelompok Keahlian Pengelolaan Udara dan Limbah FTSL (Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan) ITB, Dr. Windy menjelaskan, konsentrasi rata-rata PM 2,5 (debu udara berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron) di Indonesia yang terukur selama 24 jam sebesar 80 ?/m3m3.

Hal itu jumlah yang sangat tinggi dan melebihi nilai ambang batas yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia di PP 22/2021, bahkan lima kali lebih tinggi dari nilai ambang batas yang ditetapkan oleh WHO (World Health Organisation).

Karena ukurannya yang sangat kecil, PM 2,5 sangat berbahaya jika terhirup oleh manusia. Tidak hanya dapat masuk ke paru-paru dan sistem kerja jantung, partikulat ini menyebabkan berbagai penyakit dalam, seperti kanker paru, penyakit jantung dan stroke. Buruknya kualitas udara akibat PM 2,5 juga mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat, khususnya terhadap golongan anak-anak, lansia, serta pengidap asma dan bronkitis.

“Sementara itu, ada saudara-saudara kita di daerah lain yang hampir setiap tahunnya harus menghirup udara 13 kali lebih buruk dari kualitas udara Jakarta,” Dr. Windy memaparkan.

Baca juga: Puluhan Hektare Hutan di Samosir Terbakar, Asap Tebal Membuat Warga Panik
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Antisipasi Kebakaran...
Antisipasi Kebakaran Lahan, Wilmar Tingkatkan Kesiagaan dan Kolaborasi Antarlembaga
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Bisa Prediksi hingga 3 Hari
Warga Jakarta Bangun...
Warga Jakarta Bangun Gerakan Bersama Perangi Polusi Udara
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
15 Ribu Hektare Lahan...
15 Ribu Hektare Lahan Hangus Akibat Karhutla di Aceh dan Riau
Hadapi Kemarau 2026,...
Hadapi Kemarau 2026, Polda Sumsel Gandeng APHI Perkuat Pencegahan Karhutla
Asap Kebakaran Hutan...
Asap Kebakaran Hutan Kanada Serbu New York, Trump Ancam Beri Tarif Baru
ITB Buka Rekrutmen Dosen...
ITB Buka Rekrutmen Dosen Tidak Tetap 2026, Cek Syarat dan Jadwalnya
Ancaman Karhutla: Dari...
Ancaman Karhutla: Dari Pemadaman Api Menuju Pencegahan Hotspot
Rekomendasi
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
Reza Arap Ungkap Momen...
Reza Arap Ungkap Momen Paling Berkesan Bersama Lula Lahfah saat Syuting Harusnya Horror
Pengetatan Standar Migrasi...
Pengetatan Standar Migrasi BPA Galon Polikarbonat Dipertanyakan, Pakar: Perlu Ada Studi
Berita Terkini
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
Infografis
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved