alexametrics

Benderanya Dibakar di Jakarta, PDIP Kendal: Kami Bukan PKI

loading...
Benderanya Dibakar di Jakarta, PDIP Kendal: Kami Bukan PKI
Pengurus DPC PDIP Kabupaten Kendal, mendatangi Polres Kendal, untuk menyampaikan pernyataan sikap terkait pembakaran bendera PDIP di Jakarta. Foto/iNews TV/Eddie Prayitno
A+ A-
KENDAL - Pengurus DPC PDIP Kabupaten Kendal, memprotes keras aksi pembakaran bendara partai berlambang banteng moncong putih tersebut di Jakarta, beberapa waktu lalu.

(Baca juga: Anak Petani Asal Paluta Raih Adhi Makayasa Taruna AAU 2020)

Para pengurus partai besutan Megawati Soekarno Putri tersebut, mendatangi Mapolres Kendal, Jumat (26/6/2020), untuk menyampaikan pernyataan sikap untuk mendorong Polri mengusut tuntas kasus tersebut.

"Kedatangan kami ke Mapolres Kendal, adalah upaya mendorong Polri untuk mengusut tuntas kasus pembakaran bendara partai tersebut. Dan mengecam keras, berbagai tindakan provokasi untuk memecah belah bangsa," tegas Ketua DPC PDIP Kabupaten kendal, Akhmad Suyuti.



Seluruh pengurus harian DPC PDIP Kabupaten Kendal, turut hadir di Mapolres Kendal. Selain Akhmad Suyuti, juga hadir Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Kendal, Bintang Yuda Daneswara, Bendahara DPC PDIP Kabupaten Kendal, Wiwit Widayati, dan Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Kendal, Munawir.

(Baca juga: Dikeroyok 5 Orang, Mahasiswa Semarang dan Pacar Seksinya Terluka)



Mereka menyerahkan pernyataan sikap kepada Polres Kendal, sebagai institusi Polri yang ada di Kabupaten Kendal. Dalam pernyataan sikap tersebut, salah satunya berisi keprihatinan pengurus DPC PDIP Kabupaten kendal, terhadap aksi-kasi provokatif tersebut.

"Kami sangat prihatin dengan aksi pembakaran bendara. Kami partai politik yang dilindungi undang-undang. Kami PDIP Perjuangan. Kami bukan PKI atau partai terlarang," tegas Akhmad Suyuti. (Baca juga: Tangis Haru Sumiyati, Pulang Dari Papua Diantar Prajurit Kostrad)
(eyt)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak