Demo Anarkistis di Mapolda Jabar, Ketum Ormas GMBI Dituntut 10 Bulan Penjara

Rabu, 06 Juli 2022 - 22:15 WIB
loading...
Demo Anarkistis di Mapolda Jabar, Ketum Ormas GMBI Dituntut 10 Bulan Penjara
JPU Kejari Bandung menuntut Ketum Ormas GMBI 10 bulan penjara buntut demo anarkistis di Mapolda Jabar. Foto: SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
A A A
BANDUNG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung meminta hakim menjatuhkan hukuman 10 bulan penjara kepada Ketua Umum (Ketum) Ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia ( GMBI ), M Fauzan.

JPU menilai, Fauzan ikut andil dalam aksi demonstrasi anarkistis di Mapolda Jawa Barat. Dalam perkara ini, Fauzan dinilai terbukti bersalah melanggar Pasal 160 Jo Pasal 56 ke-2 KUHP tentang membantu menghasut untuk melawan kejahatan.

Baca juga: Anarkis saat Demo di Mapolda Jabar, Ratusan Anggota GMBI Ditangkap dan Disuruh Lepas Baju

"Meminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 10 bulan kepada terdakwa," tegas JPU di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (6/7/2022).

Selain Fauzan, jaksa juga menuntut 12 anggota GMBI lainnya dengan tuntutan 1 tahun bui. Ke-12 terdakwa lainnya itu adalah Asep Rahmat, Ganda Purnama, Moh Mashur alias Abah, Ir Mulawarman, Wendy Napitupulu, Toni Syaripudin Hidayat, Siin, Syafaat, Chepy, Gugun Gunawan, Warmah, dan Setia Bambang Irawan. Mereka menjalani sidang secara virtual.



"Untuk 12 terdakwa itu tuntutannya 1 tahun," ujar Kasipenkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar Sutan Harahap, Rabu (6/7/2022).

Sutan menuturkan, mereka diketahui terbukti bersalah sebagaimana Pasal 170 ayat (1) KUHP. Mereka pun diminta jaksa untuk tetap ditahan. "Jadi untuk yang Fauzan itu 10 bulan, sedangkan yang lainnya 1 tahun semua," kata Sutan.

Baca juga: Tabrak 2 Bocah Kembar hingga Tewas, 2 Pengendara Harley Davidson Divonis 4 Bulan Penjara

Para terdakwa dijerat pasal berlapis atas perbuatannya itu. Pasal berlapis tersebut tertuang dalam lima dakwaan yang menjerat para terdakwa. Adapun para terdakwa dijerat dengan Pasal 160 ayat (1) KUHPidana Jo Pasal 56 ke-2 KUHP sebagaimana dakwaan pertama.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2389 seconds (10.177#12.26)