Siswa Blitar Belum Bersekolah, Walikota: Nanti Jadi Klaster Baru
Senin, 22 Juni 2020 - 18:26 WIB
loading...
Siswa-siswi sekolah di Kota Blitar belum bisa dipastikan kapan kembali ke sekolah. Walikota khawatir ada klaster baru penyebaran Covid-19.Foto/dok
A
A
A
BLITAR - Meski Kota Blitar berstatus zona kuning, Pemkot Blitar belum mengembalikan sistem belajar mengajar siswa ke ruang sekolah.
Wali Kota Blitar Santoso khawatir sekolah akan menjadi klaster baru pandemi Covid-19. "Belum masuk. Jangan sampai anak anak sekolah menjadi klaster baru penularan virus Corona,"ujar Wali Kota Blitar Santoso kepada wartawan.
(Baca juga: Sekwan DPRD Jatim Gelar Rapid Test Massal, 4 Orang Reaktif )
Jumlah sekolah mulai tingkat SD hingga SMA (dan sederajat) negeri dan swasta di Kota Blitar sebanyak 128 lembaga. Perinciannya, SD sebanyak 72 lembaga, SMP 26 lembaga, SMA 13 lembaga dan SMK 17 lembaga. Sejak pandemi Covid-19 hingga hari ini, kegiatan belajar mengajar tetap bertahan di rumah.
Menurut Santoso, terkait mekanisme belajar mengajar itu, pihaknya masih menunggu keputusan kementrian pendidikan dan kebudayaan. "Sistem belajarnya sementara masih bisa dilakukan dengan sistem online," kata Santoso. Namun kalaupun harus kembali ke sekolah, protokol kesehatan harus diterapkan secara ketat.
Pembatasan jumlah rombongan siswa yang belajar, termasuk memberlakukan sistem shift pagi dan siang, kata Santoso harus dikedepankan. Hal ini tidak hanya menyangkut protokol kesehatan. Tapi juga mengenai hak belajar yang sama. "Semua (siswa) harus mendapat kesempatan belajar yang sama,"papar Santoso.
Dalam kesempatan itu Santoso juga menyinggung soal pondok pesantren yang kurang lebih mendapat perlakuan sama dengan sekolah. Setiap ponpes harus memberlakukan standar protokol kesehatan. Setiap santri yang kembali ke pesantren harus menunjukkan surat sehat bebas Covid-19 yang dibuktikan dengan hasil rapid test.
Wali Kota Blitar Santoso khawatir sekolah akan menjadi klaster baru pandemi Covid-19. "Belum masuk. Jangan sampai anak anak sekolah menjadi klaster baru penularan virus Corona,"ujar Wali Kota Blitar Santoso kepada wartawan.
(Baca juga: Sekwan DPRD Jatim Gelar Rapid Test Massal, 4 Orang Reaktif )
Jumlah sekolah mulai tingkat SD hingga SMA (dan sederajat) negeri dan swasta di Kota Blitar sebanyak 128 lembaga. Perinciannya, SD sebanyak 72 lembaga, SMP 26 lembaga, SMA 13 lembaga dan SMK 17 lembaga. Sejak pandemi Covid-19 hingga hari ini, kegiatan belajar mengajar tetap bertahan di rumah.
Menurut Santoso, terkait mekanisme belajar mengajar itu, pihaknya masih menunggu keputusan kementrian pendidikan dan kebudayaan. "Sistem belajarnya sementara masih bisa dilakukan dengan sistem online," kata Santoso. Namun kalaupun harus kembali ke sekolah, protokol kesehatan harus diterapkan secara ketat.
Pembatasan jumlah rombongan siswa yang belajar, termasuk memberlakukan sistem shift pagi dan siang, kata Santoso harus dikedepankan. Hal ini tidak hanya menyangkut protokol kesehatan. Tapi juga mengenai hak belajar yang sama. "Semua (siswa) harus mendapat kesempatan belajar yang sama,"papar Santoso.
Dalam kesempatan itu Santoso juga menyinggung soal pondok pesantren yang kurang lebih mendapat perlakuan sama dengan sekolah. Setiap ponpes harus memberlakukan standar protokol kesehatan. Setiap santri yang kembali ke pesantren harus menunjukkan surat sehat bebas Covid-19 yang dibuktikan dengan hasil rapid test.
Lihat Juga :