Ratusan Outsourcing Diputus, Pimpinan DPRD Kota Blitar Kelabakan Nyetir Mobdin Sendiri
Rabu, 06 Januari 2021 - 18:50 WIB
loading...
Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim
A
A
A
BLITAR - Pemutusan kerja sepihak ratusan tenaga outsourcing di Kota Blitar, membuat para pimpinan legislatif kelabakan dalam menjalankan operasional sehari hari. Mereka terpaksa menyetir mobil dinas (Mobdin) sendiri karena para sopir pimpinan dewan bagian dari tenaga outsourcing yang ikut dirumahkan.
"Jadi sekarang pimpinan dewan kemana mana harus nyetir sendiri," ujar Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim kepada wartawan Rabu (6/1/2021). Ratusan tenaga outsourcing di lingkungan Pemkot Blitar diberhentikan sejak 31 Desember 2020. Pemkot Blitar tiba tiba memutus kontrak kerja.
Spekulasi yang berkembang, pemutusan sepihak tenaga outsourcing tersebut imbas dari Pilkada 2020 lalu. Mereka dianggap loyalis mantan Wali Kota Blitar Muh Samanhudi Anwar yang di pilkada 2020 memilih Calon Wali Kota Henry Pradipta Anwar, anak Samanhudi yang dikalahkan calon Wali Kota petahana Santoso.
(Baca juga: Pemkot Blitar Putus Ratusan Tenaga Outsourcing secara Mendadak )
Selain di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), para tenaga outsourcing juga bekerja di lingkungan sekertariat DPRD Kota Blitar. Beberapa diantaranya sebagai sopir pimpinan dewan. "Juga di bagian kebersihan dan tenaga keamanan," kata Syahrul yang berasal dari Fraksi PDI Perjuangan.
"Jadi sekarang pimpinan dewan kemana mana harus nyetir sendiri," ujar Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim kepada wartawan Rabu (6/1/2021). Ratusan tenaga outsourcing di lingkungan Pemkot Blitar diberhentikan sejak 31 Desember 2020. Pemkot Blitar tiba tiba memutus kontrak kerja.
Spekulasi yang berkembang, pemutusan sepihak tenaga outsourcing tersebut imbas dari Pilkada 2020 lalu. Mereka dianggap loyalis mantan Wali Kota Blitar Muh Samanhudi Anwar yang di pilkada 2020 memilih Calon Wali Kota Henry Pradipta Anwar, anak Samanhudi yang dikalahkan calon Wali Kota petahana Santoso.
(Baca juga: Pemkot Blitar Putus Ratusan Tenaga Outsourcing secara Mendadak )
Selain di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), para tenaga outsourcing juga bekerja di lingkungan sekertariat DPRD Kota Blitar. Beberapa diantaranya sebagai sopir pimpinan dewan. "Juga di bagian kebersihan dan tenaga keamanan," kata Syahrul yang berasal dari Fraksi PDI Perjuangan.
Lihat Juga :