Pulang Kampung, Joko Suranto Crazy Rich asal Grobogan Disambut Layaknya Presiden

Sabtu, 30 April 2022 - 06:32 WIB
loading...
Pulang Kampung, Joko Suranto Crazy Rich asal Grobogan Disambut Layaknya Presiden
Warga menyambut kedatangan Joko Suranto. Foto: Istimewa
A A A
GROBOGAN - Kedatangan Joko Suranto, crazy rich asal Grobogan, di kampung halamannya, Desa Jetis, Kecamatan Karangrayung, disambut warga dengan berbagai kemeriahan dan persiapan penuh layaknya seorang Presiden.

Warga tampak memasang lampu hias di sepanjang jalan, umbul-umbul, dan menyiapkan kalung bunga untuk Joko.

Joko tiba di kampung halamannya, pada Jumat sore, menjelang waktu berbuka puasa. Warga yang melihat kedatangannya langsung berlarian menyambut dan melakukan arak-arahkan menyusuri jalan coran sejauh 1,8 Km.

Baca juga: Wow! Crazy Rich Grobogan, Rogoh Uang Rp2,8 Miliar untuk Bangun Jalan Rusak di Kampung

Tidak hanya itu, Joko juga merupakan orang yang pertama kali melintas di jalan cor yang sudah selesai proses pembangunannya dengan menggunakan roda empat. Di mana, sebelumnya tidak ada yang boleh melintas di jalan itu.

Setelah Joko melintas di jalan cor itu, baru kemudian seluruh kendaraan roda empat lainnya dibolehkan melintas.

Kepada warga sekitar, Joko berpesan agar warga menggunakan jalan penghubung antar desa ini untuk menjaga dan merawat jalan dengan baik, sehingga awet untuk digunakan oleh masyarakat umum.

"Ya, saya sangat prihatin melihat jalan desa yang dalam kondisi rusak parah selama puluhan tahun, tetapi tidak pernah diperbaiki. Sehingga, saya berinisiatif membangun jalan ini dengan dicor," katanya, Jumat (29/4/2022).

Baca: Crazy Rich Grobogan Bukan Kaleng-kaleng, Punya Usaha Properti di Jakarta hingga Bangun Jalan Rp2,8 Miliar

Sebelumnya dicor, Joko sebenarnya sudah sering memberikan bantuan batu untuk menutup lubang di sepanjang jalan sejauh 1,8 Km itu. Namun, karena tidak pernah ada perbaikan, membuat dia membangun jalan itu sendiri.

Tampak, kegembiraan warga saat melihat Joko turun dari mobil. Mereka teriak menyerukan nama Joko. Warga juga menggelar tasyakuran saat malam hari di sepanjang jalan, sebagai bentuk syukur jalan desa mereka sudah mulus.

Selama 20 tahun terakhir, jalan di desa tersebut rusak parah dan tidak pernah diperbaiki oleh pemerintah setempat.
(san)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1526 seconds (11.252#12.26)