Digerebek, Pengedar Kosmetik Palsu di Surabaya Ternyata Beroperasi sejak 2019

Jum'at, 08 April 2022 - 13:56 WIB
loading...
Digerebek, Pengedar Kosmetik Palsu di Surabaya Ternyata Beroperasi sejak 2019
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto menunjukkan barang bukti kosmetik palsu dan tersangka BS saat pengungkapan kasus di Mapolda Jatim, Jumat (8/4/2022). Foto/SINDOnews/Lukman Hakim
A A A
SURABAYA - Polda Jatim mengungkap kasus peredaran kosmetik palsu dan tidak memiliki izin edar di Kota Surabaya. Pelaku berinisial BS (33) yang digerebek Tim Unit IV Subdit Indagsi Ditreskrimsus telah ditetapkan sebagai tersangka.

Produk yang dipalsukan merupakan produk KLT, di mana dalam kemasannya sama tetapi isi dari produk tersebut berbeda. BS mengedarkan produk kosmetik palsu tersebut sejak tahun 2019.

Baca juga: Wanita Cantik Ajak Suaminya Jualan Kosmetik Ilegal, Petualangannya Berakhir di Penjara

"Berdasarkan informasi, sebelumnya tersangka BS ini bekerja di KLT yang resmi. Setelah itu, dirinya berhenti dan membuka usaha sendiri untuk memalsukan produk KLT," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto di Mapolda Jatim, Jumat (8/4/2022).

Kasus ini terungkap pada 14 Maret 2022. Saat itu, RI selaku sopir didapati melakukan pengiriman paket produk kosmetik di tempat jasa pengiriman barang.

RI menyatakan, produk kosmetik merek KLT tersebut milik toko on line shop “Kosmetik Murah” di Jalan Lebak Timur, Surabaya yang dimiliki BS.

Ketika dilakukan pemeriksaan legalitas usaha kosmetik tersebut, BS mengaku KLT diproduksi sendiri dan tidak memiliki izin edar.

Produksi KLT dibuat di rumah kakak kandungnya, yakni DS di Jalan Mulyosari Surabaya. Kosmetik merek KLT tersebut dipasarkan di wilayah Jatim.

Baca juga: Menjamur di Online, Kosmetik Ilegal dan Abal-abal Bikin Galau Pengusaha

Untuk menyembunyikan produksi kosmetik KLT, tersangka BS juga diperdagangkan kosmetik, yaitu Implora, Xiu-Xiu, Dolphin dan MS Glow. “Bahan baku yang digunakan dalam proses produksi kosmetik KLT antara lain alkohol, air, sabun batangan, aquades, krim dan pewarna makanan,” kata Dirmanto.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3652 seconds (11.210#12.26)