Cinta Ditolak, Pria Sukoharjo Cabuli Lalu Bunuh Wanita Pujaannya
Kamis, 31 Maret 2022 - 15:51 WIB
loading...
Tersangka pencabulan dan pembunuhan MR saat digelandang anggota Polres Semarang, Kamis (31/3/2022). Foto/Ist
A
A
A
SEMARANG - Misteri tewasnya wanita berinisial SM (38) warga Karangjati, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, berhasil diungkap Satreskrim Polres Semarang. Polisi menangkap pria berinisial M (49) yang berdomisili di Dusun Dendeng, Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.
Baca juga: Sopir Angkot di Batam Tewas Bersimbah Darah, Polisi Buru Teman Dekat Korban
Pria asal Jetis, Ponowaren, Tawangsari, Kabupaten Sukohajo tersebut, tega membunuh korban lantaran cintanya tidak ditanggapi. Kapolres Semarang, AKBP Yovan Fatika mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari penemuan mayat wanita di dalam gubuk yang berada di lingkungan Dusun Dendeng, Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, pada 23 Maret 2022.
Dalam pemeriksaan di tempat kejadian perkara, ditemukan luka akibat penganiayaan pada tubuh korban sehingga disimpulkan bahwa mayat wanita tersebut diduga korban pembunuhan. "Karena ada hal yang janggal, selanjutnya dilakukan autopsi pada mayat wanita tersebut. Hasil autopsi menunjukkan bahwa korban meninggal karena dibunuh," kata Yovan, Kamis (31/3/2022).
Baca juga: Sopir Angkot di Batam Tewas Bersimbah Darah, Polisi Buru Teman Dekat Korban
Pria asal Jetis, Ponowaren, Tawangsari, Kabupaten Sukohajo tersebut, tega membunuh korban lantaran cintanya tidak ditanggapi. Kapolres Semarang, AKBP Yovan Fatika mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari penemuan mayat wanita di dalam gubuk yang berada di lingkungan Dusun Dendeng, Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, pada 23 Maret 2022.
Dalam pemeriksaan di tempat kejadian perkara, ditemukan luka akibat penganiayaan pada tubuh korban sehingga disimpulkan bahwa mayat wanita tersebut diduga korban pembunuhan. "Karena ada hal yang janggal, selanjutnya dilakukan autopsi pada mayat wanita tersebut. Hasil autopsi menunjukkan bahwa korban meninggal karena dibunuh," kata Yovan, Kamis (31/3/2022).
Lihat Juga :