Jadi Putra Mahkota Kasunanan Surakarta, KGPH Purbaya Masih Berstatus Mahasiswa FH Undip

Senin, 28 Februari 2022 - 00:31 WIB
loading...
Jadi Putra Mahkota Kasunanan Surakarta, KGPH Purbaya Masih Berstatus Mahasiswa FH Undip
Tarian sakral Bedhoyo Ketawang yang dibawakan oleh sembilan orang penari, mewarnai pengukuhan Kanjeng Gusti Adipati Anom Sudibyo Rajaputra Narendra Ing Mataram atau Putra Mahkota Keraton Kasunanan Surakarta. Foto/MPI/Bramantyo
A A A
SOLO - Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Purbaya dikukuhkan menjadi Kanjeng Gusti Adipati Anom Sudibyo Rajaputra Narendra Ing Mataram, atau Putra Mahkota Keraton Kasunanan Surakarta.

Baca juga: Pangeran Kuda Putih Resmi Dikukuhkan Menjadi Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon


Pengangkatan KGPH Purbayan sebagai putra mahkota itu, dilakukan dalam upacara peringatan kenaikan takhta atau Tingalandalem Jumenengan Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakubuwono (PB) XIII, Minggu (27/2/2022).



Tak hanya mengukuhkan Putra Mahkota penerus tahta Karaton Kasunanan, Pakubuwono XIII juga secara resmi mengukuhkan pendamping hidupnya sebagai Permaisuri, dengan gelar Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakubuwono.

Baca juga: Bus Hajar Motor di Jalur Magelang-Semarang, 2 Pemotor Tewas

"Prosesi Jumenengan kali ini sangat istimewa. Ada dua momen sekaligus. Yaitu pengangkatan Putra Mahkota dan pengukuhan istrinya sebagai Premasuri dengan gelar GKR Pakubuwono," papar Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta, KGPH Dipokusumo usai upacara, Minggu (27/2/2022).

Meski bakal menjadi penerus tahta Karaton Kasunanan Surakarta, KGPH Purbayan masih berstatus sebagai mahasiswa dan baru berusia 21 tahun. Saat ini, ungkap Dipukusumo, KGPH Purbaya masih menimba ilmu di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. "Beliau adalah putra dari permaisuri, putra satu-satunya,"ungkapnya.

Baca juga: Kabar Duka Datang dari Pekanbaru, Mantan Wali Kota Herman Abdullah Wafat

Sementara itu prosesi Jumenengan atau kenaikan tahta Raja Keraton Kasunanan Surakarta ini diawali dengan iring-iringan abdi dalem menuju lokasi di mana raja bertahta. Kemudian, prosesi dilanjutkan dengan menggelar tarian sakral Bedhoyo Ketawang yang dibawakan oleh sembilan orang penari. Dalam upacara ini, terdapat prosesi pemberian gelar kepada abdi dalem dan sentana dalem.
(eyt)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3779 seconds (10.177#12.26)