Siasat Licik Belanda Memecah Mataram hingga Bikin Konflik usai Perjanjian Giyanti
Jum'at, 26 April 2024 - 06:51 WIB
loading...
Penjajah Belanda memecah belah Kerajaan Mataram dengan Perjanjian Giyanti yang ditandatangani pada 13 Februari 1755. Wilayah kekuasaan Mataram kian menyempit. Foto/Ilustrasi/ Wikipedia/Collectie Tropenmuseum
A
A
A
PENJAJAH Belanda benar-benar berhasil memecah belah Kerajaan Mataram Islam. Perjanjian Giyanti dan beberapa perjanjian lainnya berhasil memecah wilayah kerajaan-kerajaan di wilayah Jawa bagian tengah dan selatan.
Bahkan pasca Perjanjian Giyanti yang ditandatangani pada 13 Februari 1755, wilayah kekuasaan Mataram Islam kian menyempit.
Baca juga: Sejarah dan Asal Usul Nama Kota Yogyakarta, Berawal dari Perjanjian Giyanti
Perjanjian Giyanti membagi wilayah Mataram di Jawa tengah-selatan menjadi dua, yaitu Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Kesultanan Yogyakarta Hadiningrat.
Pada 1755 hingga 1756, Pangeran Mangkubumi, yang telah mendirikan sebuah istana sementara di Gamping di barat Yogyakarta sejak 1749.
Bahkan pasca Perjanjian Giyanti yang ditandatangani pada 13 Februari 1755, wilayah kekuasaan Mataram Islam kian menyempit.
Baca juga: Sejarah dan Asal Usul Nama Kota Yogyakarta, Berawal dari Perjanjian Giyanti
Perjanjian Giyanti membagi wilayah Mataram di Jawa tengah-selatan menjadi dua, yaitu Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Kesultanan Yogyakarta Hadiningrat.
Pada 1755 hingga 1756, Pangeran Mangkubumi, yang telah mendirikan sebuah istana sementara di Gamping di barat Yogyakarta sejak 1749.
Lihat Juga :