Selidiki Dugaan Kekerasan di Kerangkeng Manusia Bupati Langkat, Polisi Bongkar 2 Makam
Sabtu, 12 Februari 2022 - 15:32 WIB
loading...
Tim Kedokteran Polda Sumatera Utara, membongkar dua makam korban dugaan kekerasan di kerangkeng manusia milik Bupati Langkat non aktif, Terbit Rencana Perangin Angin. Foto/iNews TV/Muhamad Zainal Tanjung
A
A
A
LANGKAT - Upaya penyelidikan dugaan kasus kekerasan yang terjadi di kerangkeng manusia milik Bupati Langkat non aktif, Terbit Rencana Perangin Angin terus dilakukan polisi. Salah satunya dilakukan Tim Kedokteran Polda Sumatera Utara, dengan membongkar dua makam.
Baca juga: Usai Penemuan Kerangkeng Manusia, Rumah Bupati Langkat Simpan Hewan Dilindungi
Makam yang dibongkar adalah milik almarhum Surianto Ginting warga Desa Purwobidangun, Kecamatanb Sei Binge, yang merupakan salah seorang mantan penghuni kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat non aktif.
Proses pembongkaran makam ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian, untuk mencegah terjadi keributan. Proses pembongkaran makam juga disaksikan keluarga korban serta tokoh agama.
Baca juga: Pecatan Polisi Digerebek Istrinya saat Asyik Setubuhi Mahasiswi Selingkuhannya
Selama proses pembongkaran makan dan autopsi jenazah, dilakukan secara tertutup. Lokasi makam ditutupi memakai terpal. Langkah ini dilakukan untuk memudahkan Tim Kedokteran Polda Sumatera Utara, dan menghindari terjadinya kerumunan warga.
Baca juga: Usai Penemuan Kerangkeng Manusia, Rumah Bupati Langkat Simpan Hewan Dilindungi
Makam yang dibongkar adalah milik almarhum Surianto Ginting warga Desa Purwobidangun, Kecamatanb Sei Binge, yang merupakan salah seorang mantan penghuni kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat non aktif.
Proses pembongkaran makam ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian, untuk mencegah terjadi keributan. Proses pembongkaran makam juga disaksikan keluarga korban serta tokoh agama.
Baca juga: Pecatan Polisi Digerebek Istrinya saat Asyik Setubuhi Mahasiswi Selingkuhannya
Selama proses pembongkaran makan dan autopsi jenazah, dilakukan secara tertutup. Lokasi makam ditutupi memakai terpal. Langkah ini dilakukan untuk memudahkan Tim Kedokteran Polda Sumatera Utara, dan menghindari terjadinya kerumunan warga.
Lihat Juga :