Miris! Gerbang SMPN 1 Belik Pemalang Ditutup Sepihak, Aktivitas Sekolah Lumpuh

Rabu, 26 Januari 2022 - 11:45 WIB
loading...
Miris! Gerbang SMPN 1 Belik Pemalang Ditutup Sepihak, Aktivitas Sekolah Lumpuh
Pintu gerbang SMPN 1 Belik, Pemalang, Jawa Tengah ditutup sepihak oleh warga yang mengaku sebagai pemilik lahan. Aktivitas sekolah pun lumpuh. Foto/iNews TV/Suryono Sukarno
A A A
PEMALANG - Akses jalan masuk dan pintu gerbang SMPN 1 Belik, Pemalang, Jawa Tengah ditutup sepihak oleh warga yang mengaku sebagai pemilik lahan. Akibatnya aktivitas sekolah lumpuh dan siswa terpaksa harus belajar daring dari rumah kembali.

Jalan masuk SMPN 1 Belik ditutup dengan batu dan ditanami pohon nanas. Sedangkan pintu gerbang digembok. Di depan pintu gerbang dipasang sepanduk bertuliskan SMPN 1 Belik ditutup sementara, tanah ini masih sengketa selama 43 tahun.

Baca juga: Diblokade Puluhan Sopir Truk, Jalan Trans Sulawesi Lumpuh Total

Aktivitas sekolah ini berhenti total karena lahan ditutup dan akses jalan juga diblokade. Sebagian guru dan tenaga kependidikan terlihat teteap masuk sekolah, namun menggunakan jalan samping dan tidak ada aktivitas belajar mengajar.

Lahan tersebut masih menjadi sengketa dengan ibu Uli, warga sekitar lokasi sekolah yang sudah berlangsung selama 43 tahun. Hingga saat ini sengketa ini belum ada titik terang penyelesaiannya.

Luas lahan yang disengketakan hampir semua lahan sekolah dan yang ada disampingnya.

Ibu Uli, ahli waris yang masih mengklaim pemilik lahan mengaku sejak sekitar 1976 persoalan lahan ini tidak diselesaiakan. Dia menyebut, pendirian SMPN 1 Belik menggunakan lahan milik keluarganya dan belum ada ganti rugi juga dan tidak ada itikad baik dari pemerintah untuk menyelesaikan.

Baca juga: Akses Jalan Ditutup Paksa Perusahaan Sawit, Warga Pangkut Geruduk Kantor Bupati

Dia sudah puluhan kali dalam jangka waktu selama 43 tahun terakkir ini terus menanyakan kejelasan kasus sengketa, namun tidak direspons. Dia sebagai pemilik lahan memiliki sertifikat dan membayar pajak selama ini hingga juataan rupiah pertahunnya.

Karena tak ada penyelesaian, dia kemudian menutup sekolah ini sebagai bentuk protes agar dapat selesai. "Lahan ini milik akhli waris dan akan dibagi-bagi, sehingga diharapkan bisa selesai segera," ujarnya, Rabu (26/1/2022).



Sementara itu, Kepala SMPN 1 Belik, Teguh menjelaskan bahwa selama ini pihaknya sudah menyampaikan apa yang menjadi pokok permasalahan terkait sengketa lahan ini ke dinas terkait.

"Saat ini masih dalam proses negosiasi antara sekolah dan keluarga pemilik lahan. Namun pemilik lahan tidak sabar dan menutup akses jalan masuk dan menggembok pintu gerbang," ujarnya.

Dampak penutupan jalan dan pintu gerbang ini, maka siswa akhirnya dipulangkan dan kembali digelar pembelajaran secara daring. Sedangkan untuk guru dan karyawan yang masuk melalui jalan belakang pemukiman warga.
(shf)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2190 seconds (10.101#12.26)