Budayawan: Arteria Dahlan Tak Logis Minta Kajati Jabar Dicopot Gara-gara Ngomong Sunda
Selasa, 18 Januari 2022 - 17:48 WIB
loading...
Budayawan Majalengka menyatakan anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan tak logis meminta Kajati Jabar dicopot gara-gara pakai bahasa Sunda saat rapat. Foto/Dok.SINDOnews
A
A
A
MAJALENGKA - Budayawan Majalengka bereaksi atas ungkapan anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan yang meminta Kajati Jabar dicopot gara-gara menggunakan bahasa Sunda saat rapat.
Sejumlah budayawan Majalengka menilai ungkapan anggota DPR RI dari Fraksi PDIP itu sebagai sesuatu yang tidak logis. Alih-alih meminta untuk dicopot, penggunaan bahasa daerah seharusnya diapresiasi.
Baca juga: Arteria Minta Jaksa Agung Copot Kajati yang Berbahasa Sunda saat Rapat
"Seharusnya kecenderungan orang menggunakan bahasa daerah diapresiasi," kata salah satu budayawan Majalengka, Wa Kijoen, Selasa (18/1/2022).
Dia menilai, sebagai bahasa ibu, bahasa Sunda ketika dipahami maka tidak akan menimbulkan dampak negatif. "Bahasa daerah lebih pada pemahaman bahasa ibu. Kalau bentuk apresiasinya adalah memberi pengertian, tentunya bahasa ibu tidak lahir untuk mencelakakan orang yang menggunakannya," tandasnya.
Budayawan Majalengka lainnya, Oom Somara menilai di tengah rencana penamaan Nusantara untuk calon ibu kota baru, justru muncul ungkapan yang menyinggung sebagian warga.
Sejumlah budayawan Majalengka menilai ungkapan anggota DPR RI dari Fraksi PDIP itu sebagai sesuatu yang tidak logis. Alih-alih meminta untuk dicopot, penggunaan bahasa daerah seharusnya diapresiasi.
Baca juga: Arteria Minta Jaksa Agung Copot Kajati yang Berbahasa Sunda saat Rapat
"Seharusnya kecenderungan orang menggunakan bahasa daerah diapresiasi," kata salah satu budayawan Majalengka, Wa Kijoen, Selasa (18/1/2022).
Dia menilai, sebagai bahasa ibu, bahasa Sunda ketika dipahami maka tidak akan menimbulkan dampak negatif. "Bahasa daerah lebih pada pemahaman bahasa ibu. Kalau bentuk apresiasinya adalah memberi pengertian, tentunya bahasa ibu tidak lahir untuk mencelakakan orang yang menggunakannya," tandasnya.
Budayawan Majalengka lainnya, Oom Somara menilai di tengah rencana penamaan Nusantara untuk calon ibu kota baru, justru muncul ungkapan yang menyinggung sebagian warga.
Lihat Juga :