Pergerakan Pemilih Baru di Kota Makassar Rendah

Kamis, 06 Januari 2022 - 11:49 WIB
loading...
Pergerakan Pemilih Baru...
KPU Kota Makassar menemukan rendahnya pergerakan penambahan pemilih baru pada periode 2021. Foto: Ilustrasi
A A A
MAKASSAR - Pergerakan jumlah pemilih baru di Kota Makassar sangat rendah. KPU Makassar sulit menemukan potensi pemilih baru untuk dimasukkan dalam daftar pemilih.

Pada periode Desember 2021 saja, pemilih baru yang ditemukan hanya belasan. Jumlahnya cuma 17 orang, dengan laki-laki 8 orang dan perempuan 11 orang.

Baca juga:Anggaran untuk Pilwalkot Makassar Dipastikan Menyusut

Pada November, KPU cuma menemukan 22 pemilih baru. Hanya 8 laki-laki dan 14 perempuan.

Berbanding terbalik dengan pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) yang jumlahnya ratusan pada periode Desember. Bahkan menyentuh angka 324 orang dengan rincian laki-laki 175 orang dan perempuan 149 orang. Pemilih ini didominasi oleh pemilih yang meninggal.

Komisioner KPU Makassar , Romy Harminto mengakui pergerakan pemilih baru di Kota Makassar memang sangat rendah. Salah satu penyebabnya karena tak ada kerja sama dengan Disdukcapil.

"Pergerakan data pemilih baru di Makassar itu rendah sekali. Koordinasi tidak dilakukan, tidak ada ruang koordinasi kami (KPU) dengan Disdukcapil Kota Makassar," kata Romy.

Baca juga:KPU Makassar Usulkan Rp84,6 Miliar untuk Pilkada 2024

Dia mengatakan, ada persyaratan di KPU sesuai dengan PKPU Nomor 6 tahun 2021, mensyaratkan bahwa pemilih baru yang belum rekam KTP-el tidak boleh dimasukkan ke dalam data pemilih. Sementara Makassar memiliki 9.677 orang yang tidak ada keterangannya saat pilwali, dan belum melakukan perekaman KTP-el.

"Kami sudah kirim data 9.677 orang ini ke Disdukcapil sejak November 2021. Tapi sampai saat ini Disdukcapil tidak merespons. Padahal kami ingin tahu, apakah 9.677 ini sudah berKTP-el atau belum," ujarnya.

Menurut Romy, situasi ini membuat data pemilih baru terhambat. Respons Disdukcapil sangat diharapkan KPU untuk mendapatkan pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan (PDPB) yang optimal.

"Makanya kami akan menyurat ke Pak Wali Kota terkait ini. Apakah memang Disdukcapil tidak boleh (melakukan koordinasi). Kenapa sampai menutup datanya. Padahal kami hanya ingin menyinkronkan data. Kami tidak meminta data, kami hanya ingin menyinkronkan data," terangnya.

Romy bilang, KPU malah berterimakasih kepada UPT Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar. Di mana koordinasi terus terjalin setiap bulan.

Baca juga:Jumlah Pemilih di Makassar Turun, Bulukumba-Torut Naik

"UPT Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar ini selalu melaporkan ke kami data-data yang meninggal. Makanya pemilih yang TMS itu banyak, karena didominasi orang meninggal," sebutnya.

Kondisi ini membuat pemilih di Kota Makassar juga terus menurun. Pada periode Desember 2021, total pemilih di Kota Makassar mencapai 904.453 orang. Rinciannya laki-laki sebanyak 437.497 orang dan perempuan 466.956 orang.

Jumlah ini mengalami penurunan dibanding periode November 2021. Di mana KPU mencatat total pemilih di Kota Makassar mencapai 904.760 dengan rincian laki-laki 437.666 dan perempuan 467.094 orang.

"Memang terus menurun setiap bulan. Karena jumlah pemilih yang TMS (tidak memenuhi syarat) tidak balance dengan jumlah pemilih baru," jelasnya.

Baca juga:Warga Wajib Memilih Kota Makassar Bertambah 11.828 Jiwa

Kondisi ini malah berbanding terbalik dengan KPU kabupaten/kota lainnya. Di mana daerah lain pemilih barunya lumayan banyak, bahkan mencapai ratusan.

Di Jeneponto misalnya, KPU menemukan 362 pemilih baru. Kecamatan Tamalatea menyumbang pemilih paling banyak dengan jumlah 92 orang disusul Bontoramba 60 orang dan Bangkala 54 orang.

"Itu adalah tiga kecamatan yang paling banyak pemilih barunya. Disusul Kecamatan Tarowang, Binamu, Rumbia dan lainnya terdapat 30-an orang ke bawah pemilih baru," kata Komisioner KPU Jeneponto , Sapriadi Saleh.

Sapriadi mengungkapkan, menariknya 362 pemilih baru ini berasal dari pemilih pemula. Semua data yang masuk ialah pemilih yang baru masuk sebagai wajib pilih.

Baca juga:Penetapan Paslon Terpilih di Pilkada Serentak Akan Dimulai Pekan Depan

"Kami memang melakukan kerja sama dengan berbagai instansi mulai pemerintah desa, Dinas Pendidikan hingga Dukcapil. Bila ada warga yang sudah perekaman, khususnya yang berusia 17 tahun, maka dilaporkan ke kami," ujar Sapriadi.

Pada periode Desember 2021, Kabupaten Jeneponto memiliki total pemilih 272.402 orang. Angka ini mengalami kenaikan dibanding November lalu yang hanya 272.229 pemilih.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bawaslu Jabar Bongkar...
Bawaslu Jabar Bongkar Pelanggaran Pemutakhiran Data Pemilih Pilkada 2024
Antisipasi Pencatutan...
Antisipasi Pencatutan Biodata oleh Parpol, Ini Permintaan KPU OKU
KPU KBB Mencatat Hingga...
KPU KBB Mencatat Hingga April 2021, Ada Penambahan 140 Pemilih Pemula
Machfud Arifin Janjikan...
Machfud Arifin Janjikan Rp150 Juta untuk Tiap RT
Debat Publik Kedua Pilwalkot...
Debat Publik Kedua Pilwalkot Makassar Disiarkan Langsung iNews
Tingkatkan Pengamanan,...
Tingkatkan Pengamanan, KPU Koordinasi Berjenjang Polda Metro Jaya dan Sulsel
1,4 Juta Warga Terdata...
1,4 Juta Warga Terdata sebagai Pemilih, KPU Depok: Coklit Pilkada 2024 Rampung
Mendagri Serahkan Data...
Mendagri Serahkan Data Pemilih Potensial ke KPU Jelang Pilkada Serentak
Tujuh Anggota PPLN Kuala...
Tujuh Anggota PPLN Kuala Lumpur Didakwa Palsukan Data Pemilih
Rekomendasi
Timnas Indonesia Tundukkan...
Timnas Indonesia Tundukkan Mozambik Lewat Gol Tunggal Ole Romeny
Babak Pertama: Gol Ole...
Babak Pertama: Gol Ole Romeny Bawa Timnas Indonesia Ungguli Mozambik
Berkali-kali Muncul...
Berkali-kali Muncul Korban Tenggelam, Warga Mulai Curiga Ada yang Tak Beres di Tempat Ini
Berita Terkini
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
129 Sampul Paspor Bekas...
129 Sampul Paspor Bekas Jemaah Haji Ditemukan Tercecer di Serpong, Imigrasi: Dokumen Lama
Operasi SAR Ledakan...
Operasi SAR Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Ditutup
BRI Kokohkan Dominasi,...
BRI Kokohkan Dominasi, Raih Penghargaan Best Private Bank Skala Internasional
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved