Kisah 4 Srikandi di Balik Kebesaran Kerajaan Mataram Kuno
Jum'at, 22 November 2024 - 07:55 WIB
loading...
Ada 4 srikandi Kerajaan Mataram Kuno yang mengisi jabatan penting semasa dipimpin Mpu Sindok. Foto: Dok SINDOnews
A
A
A
ADA 4 srikandi Kerajaan Mataram Kuno yang mengisi jabatan penting semasa dipimpin Mpu Sindok. Empat perempuan inilah yang membuat Kerajaan Mataram Kuno menjadi masyhur.
Keempatnya yakni Sri Prameswari, Rakryan Binihaji, Samgat Anakbi, dan Ibu ni Paduka Sri Maharaja. Sosok Sri Prameswari adalah istri raja atau permaisuri. Dia disebut bersama raja saat menurunkan perintah agar menjadikan tanah di Demak ditetapkan sebagai sima.
Baca juga: Misteri Kematian Panembahan Hanyakrawati, Pewaris Tahta Kerajaan Mataram
Beberapa tahun sebelumnya, dalam Prasasti Cunggrang II tahun 851 saka, raja memerintahkan pemeliharaan untuk Sang Hyang Prasada Silulung. Ini adalah bangunan suci tempat bersemayamnya ayah Rakryan Binihaji Sri Prameswari Dyah Kebi atau disebut juga Rakryan Sri Prameswari Sri Wardhani Dyah Kbi.
Dikutip dari Airlangga Biografi Raja Pembaru Jawa Abadi XI tulisan Ninie Susanti, sementara Rakryan Binihaji adalah istri raja yang bukan permaisuri yaitu selir. Kedudukannya disejajarkan dengan permaisuri, putra mahkota, dan putra raja lainnya.
Namanya Rakryan Binihaji Rakryan Mangibil yang disebut sebagai seseorang memerintahkan pembangunan bendungan di tiga desa yaitu Desa Kahulunan, Wewatan Wulas, dan Wewatan Tamya kepada rama di Wulig, Pangikettan.
Sosok Rakryan Binihaji inilah yang memerintah supaya jangan ada yang berani mengusiknya. Hal ini agar rakyat dapat mengambil ikan baik siang maupun malam hari.
Keempatnya yakni Sri Prameswari, Rakryan Binihaji, Samgat Anakbi, dan Ibu ni Paduka Sri Maharaja. Sosok Sri Prameswari adalah istri raja atau permaisuri. Dia disebut bersama raja saat menurunkan perintah agar menjadikan tanah di Demak ditetapkan sebagai sima.
Baca juga: Misteri Kematian Panembahan Hanyakrawati, Pewaris Tahta Kerajaan Mataram
Beberapa tahun sebelumnya, dalam Prasasti Cunggrang II tahun 851 saka, raja memerintahkan pemeliharaan untuk Sang Hyang Prasada Silulung. Ini adalah bangunan suci tempat bersemayamnya ayah Rakryan Binihaji Sri Prameswari Dyah Kebi atau disebut juga Rakryan Sri Prameswari Sri Wardhani Dyah Kbi.
Dikutip dari Airlangga Biografi Raja Pembaru Jawa Abadi XI tulisan Ninie Susanti, sementara Rakryan Binihaji adalah istri raja yang bukan permaisuri yaitu selir. Kedudukannya disejajarkan dengan permaisuri, putra mahkota, dan putra raja lainnya.
Namanya Rakryan Binihaji Rakryan Mangibil yang disebut sebagai seseorang memerintahkan pembangunan bendungan di tiga desa yaitu Desa Kahulunan, Wewatan Wulas, dan Wewatan Tamya kepada rama di Wulig, Pangikettan.
Sosok Rakryan Binihaji inilah yang memerintah supaya jangan ada yang berani mengusiknya. Hal ini agar rakyat dapat mengambil ikan baik siang maupun malam hari.
Lihat Juga :